
LAMONGAN | duta.co – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meresmikan Jalan Raya Plembon–Made, Rabu (8/1/2026). Jalan tersebut merupakan proyek peningkatan jalan daerah melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) yang dibangun menggunakan dana APBN Tahun Anggaran 2025 dengan nilai anggaran sebesar Rp28.195.538.000.
Ruas jalan sepanjang 2,45 kilometer ini diproyeksikan menjadi jalan protokol utama yang menopang konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat Lamongan, khususnya di wilayah sekitar Plembon dan Made.
Bupati Lamongan yang akrab disapa Pak Yes menyampaikan apresiasi atas rampungnya pembangunan jalan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa meski peresmian dilakukan secara simbolis, jalan tersebut sebelumnya telah dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Terima kasih, hari ini kita bisa meresmikan, walaupun sebelumnya jalan ini sudah dilewati dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Jalan IJD ini cukup panjang, sekitar 2,45 kilometer, dan kita harapkan menjadi jalan protokol utama yang menjadi prioritas untuk diselesaikan secara menyeluruh,” ujar Pak Yes.
Pak Yes mengakui masih terdapat beberapa bagian pekerjaan yang belum sepenuhnya rampung. Namun, Pemerintah Kabupaten Lamongan berkomitmen untuk melanjutkan penyempurnaan pembangunan melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), serta kembali mengusulkan bantuan ke pemerintah pusat.
“Masih ada sisa-sisa pekerjaan yang akan kita lanjutkan, baik melalui APBD maupun kembali kita usulkan ke pemerintah pusat agar konstruksinya bisa diselesaikan dengan spesifikasi yang sama seperti yang sudah dibangun oleh Balai,” katanya.
Menurutnya, spesifikasi konstruksi Jalan Plembon–Made dirancang untuk jangka panjang dengan kekuatan memadai agar mampu dilalui kendaraan bertonase besar. Hal tersebut dinilai penting untuk menunjang sektor pertanian, distribusi hasil produksi, serta kelancaran transportasi umum.
“Ke depan, jalan ini kita siapkan dengan kekuatan yang cukup sehingga bisa digunakan kendaraan besar. Ini sangat penting untuk mendukung pertanian dan sektor transportasi lainnya,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa Jalan Plembon–Made memiliki peran strategis karena menjadi salah satu jalur utama yang dilalui armada Trans Jatim. Dengan kondisi jalan yang representatif, diharapkan mobilitas masyarakat semakin lancar dan kualitas layanan transportasi publik meningkat.
“Kita tahu jalan ini merupakan jalur utama Trans Jatim. Masyarakat sangat terbantu dengan adanya layanan tersebut, sehingga kekuatan jalan harus benar-benar kita siapkan dengan baik,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Lamongan, Andhy Kurniawan, menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus menggenjot perbaikan infrastruktur jalan melalui program Jamula Mantap.
Hingga periode 2021–2025, tercatat sebanyak 211 ruas jalan atau sepanjang 154,958 kilometer telah dibangun. Khusus pada tahun 2025, pengerjaan dilakukan di 38 ruas jalan.
“Peningkatan jalan melalui dana APBD telah diselesaikan di 20 ruas sepanjang 14,47 kilometer. Selain itu, pada periode Oktober hingga Desember 2025 dilakukan pembangunan di 18 ruas jalan sepanjang 16,68 kilometer,” jelas Andhy.
Selain pembangunan, pemeliharaan jalan juga terus dilakukan. Pemeliharaan rutin dilaksanakan di 48 ruas jalan sepanjang 24,70 kilometer, sedangkan pemeliharaan berkala dilakukan di 21 ruas jalan dengan total panjang 32,18 kilometer.
“Dengan capaian tersebut, kondisi jalan mantap hingga Desember 2025 mencapai 64,79 persen atau setara 432,297 kilometer dari total panjang jalan kabupaten sekitar 667 kilometer,” pungkasnya.
Dengan terus ditingkatkannya infrastruktur jalan, Pemerintah Kabupaten Lamongan berharap roda perekonomian daerah semakin bergerak serta kenyamanan dan keselamatan mobilitas masyarakat kian meningkat. (ard)





































