PELANTIKAN : Bupati Bondowoso Salwa Arifin saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan pengurus pimpinan daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bondowoso di pendopo kemarin.  (duta.co/haryono)

BONDOWOSO  | duta.co -Guna mengantisipasi paham radikalisme, Bupati Bondowoso Drs. KH Salwa Arifin, mengimbau agar seluruh pengurus masjid di Kabupaten Bondowoso, tidak memberikan ruang bagi kelompok-kelompok yang tidak jelas, dan berpotensi menyebarkan paham radikalisme.

Imbauan kepada Pengurus masjid dan jamaah untuk tidak terjebak oleh dalil-dalil yang disampaikan oleh anggota kelompok radikal, karena tujuan mereka adalah untuk memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Bupati Bondowoso Salwa Arifin saat menghadiri acara Pelantikan Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Bondowoso, di Pendopo Bupati, Jumat (6/9) kemarin.

“Maka dengan begitu, para takmir/pengurus masjid perlu bergerak. Masjid dipenuhi dengan kegiatan-kegiatan. Agar tidak ada peluang untuk masuk dari kelompok yang lain,” Ujarnya.

Dengan di isi kegiatan-kegiatan lanjutnya, perlu terus untuk juga melakukan antisipasi, agar kelompok pengusung paham radikalisme tidak masuk dan menguasai masjid.

Selain itu, Orang nomor satu tersebut juga mengatakan, agar masyarakat tidak terpengaruh dengan ajakan untuk bergabung dengan kelompok-kelompok radikal, yang sengaja dilakukan untuk tujuan merusak keutuhan NKRI.

“Maka takmir harus memakmurkan masjid dengan semua kegiatan keagamaan,” tegas Pembina DMI Kabupaten Bondowoso tersebut.

Sementara itu, Ketua DMI Bondowoso periode 2019-2024, KH Abdurrahman Ilyas mengatakan, bahwa pihaknya pasti beruapaya mencegah paham-paham radikal, yang beruapaya disebarkan lewat masjid.

“Kami juga akan bersinergi dengan pihak pemerintah, dan Ormas baik NU maupun Muhammadiah untuk terus berupaya menanggulangi paham radikalisme,” ucapnya.

Menurutnya, sebagai warga negara punya kewajiban untuk mempertahankan NKRI. Makanya kata dia, kegiatan di masjid akan diisi dengan hal-hal yang lebih baik.

Dijelaskan KH Abdurrahman, selain masalah ubudiyah, masjid juga menjadi tempat kegiatan muamalah.

“Nanti juga ada pembinaan semuanya. Seperti tenaga yang ada di Remas, manti akan didiklat bagaimana menjadi orang ahli. Sehingga akan ketahuan hasilnya di wilayah masing-masing sangat bermanfaat,”  paparnya.

Dengan demikian, otomatis akan menjadi kemakmuran masjid. Sehingga tidak ada kesempatan bagi kelompok radikal, untuk menguasai masjid. (yon)

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry