GRESIK | duta.co – Bupati dan Wakil Bupati Gresik Sambari-Qosim ikut memikul tumpeng raksasa saat acara Sedekah Bumi Desa Kedanyang Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik, Sabtu (12/8).

 Setelah turun dari kendaraan, Sambari dan Qosim tidak langsung menuju ke tempat acara seperti yang disarankan Camat dan Kades setempat. Keduanya memaksa mengganti panitia pengusung tumpeng untuk memikul tandu yang di atasnya ada tumpeng raksasa berisi hasil pertanian warga.

 Meski terlihat berat, namun keduanya bersikukuh untuk ikut merasakan memikul tumpeng raksasa tersebut. Akhirnya keduanya dan bergantian bersama warga desa menghantarkan tumpeng raksasa ke tempat acara yang jaraknya sekitar 100 meter. Nantinya tumpeng raksasa itu akan diperebutkan oleh seluruh warga desa setelah didoakan.

Tak sampai lima menit setelah pembacaan doa,  tumpeng Hasil pertanian yang dibentuk menjadi gunungan setinggi 3,5 meter dengan diameter 3 meter tersebut ludes direbut warga. Mereka sangat antusias  meraih puncak gunungan meski hanya berupa untaian padi.

 Menurut Kades Kedanyang, Almuah rebutan gunungan yang berupa hasil pertanian ini merupakan tradisi. Puncak gunungan yang berupa padi ini sebenarnya hanya simbolis yang berarti kemakmuran.

 “Selama ini hasil pertanian warga Kedanyang sangat menggembirakan. Benih, pupuk dan obat-obatan tersedia dengan cukup serta hasil panen melimpah melebihi target. Jadi sedekah bumi ini mengandung makna syukuran atas kesejahteraan masyarakat Desa Kedanyang,” ujarnya.

 Selain makna syukur, sedekah bumi ini merupakan simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat. “Biaya sedekah bumi ini tidak sedikit. Kami menganggarkan sekitar limapuluh juta yang dikumpulkan dari partisipasi masyarakat. Belum lagi biaya hantaran yang dinamakan ambeng. Kalau dihitung bisa mencapai ratusan juta. Tanpa kerukunan dan partisipasi, niscaya upacara ini tak bisa dilaksanakan,” jelas Almuah bangga.

 Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto saat memberi sambutan menyatakan bangga dengan persatuan masyarakat Kedanyang. Dia juga menekankan, agar semua dana pembangunan yang dikucurkan ke Desa Kedanyang hendaknya dikerjakan oleh masyarakat Kedanyang sendiri.

 “Pembangunan di desa jangan dikerjakan oleh kontraktor. Kalau dikerjakan warga desa, maka hasil dan pengawasannya akan baik dan bisa dipertanggungjawabkan. Kepala Desa juga harus berhati hati dan bertanggung jawab penuh,” papar Sambari.

 Dia juga mengingatkan Kades Kedanyang, agar seluruh dana serta program desa harus transparan. “Pak Lurah kalau bisa semua dana dan program di catat di papan berukuran 1,22 meter x 2,44 meter, dan ditempelkan didepan kantor Desa agar semua masyarakat bisa melihat,” pesan Bupati serius.

 Sementara Wakil Bupati Gresik Dr. Mohammad Qosim meminta agar seluruh masyarakat desa Kedanyang tetap rukun, bersatu dan selalu mengedepankan gotong royong. “Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh mayarakat desa Kedanyang yang telah membantu kami dalam melaksanakan pembangunan,” kata Qosim.

 Selain Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Sambari-Qosim, acara yang dihelat halaman Pendopo Kantor Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas Gresik dihadiri oleh Forkopimda, Tokoh Masyarakat dan Muspika setempat. Tampak ribuan warga desa Kedanyang dan sekitarnya turut hadir menjadi saksi kemeriahan acara sedekah bumi yang diselengarakan setahun sekali ini. (sal)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan