DEWAN : Rapat Paripurna digelar DPRD Kabupaten Kediri (Muhamad Mahbub / duta.co)

KEDIRI I duta.co – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kediri, Rabu (20/11) bertempat di Ruang Graha Sabba Canda Bhirawa, dengan agenda mendengar jawaban Bupati Kediri, dr. Hj. Haryanti Sutrisno, dihadiri 35 anggota dewan, perwakilan kepala satuan kerja dibuka Ketua DPRD Dodi Purwanto. Dihadapan undangan, Dodi menyampaikan bahwa terkait nota pengaantar atas pertanyaan fraksi akan dilanjutkan dalam pembahasan RAPBD secara detail.

Sesuai nota pengantar disampaikan Bupati Kediri, Wakil Bupati H. Masykuri mendapatkan amanah untuk memberikan jawaban. “Saya menyampaikan apa yang harus saya sampaikan, kalau saya tahu kan tidak boleh dong saya tidak menyampaikan. Jadi hukumnya kalau salat malam itu adalah sunah, Al Quran menyebutkan dan di sebagian malam bangunlah untuk bertahajud, ini artinya kita diharapkan bermunajat kepada allah,” terang Wabup akrab disapa Abah Masykuri

Dilanjutkan Masykuri, dirinya berpendapat secara pribadi bahwa salat malam itu kegiatan siri atau rahasia antara pribadi dengan Tuhan. Kemudian membandingkan apa dilakukan Nabi SAW yang melakukan salat sunnah di rumah. “Saya sampaikan di paripurna biar tidak salah tafsir, saya menyampaikan ini atas dasar hadist bukan karena pendapatan pribadi,” terang Abah Masykuri.

Terkait ASN dituding melakukan gerakan Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM) menegaskan bahwa harus mampu menjaga netralitas dan tidak melakukan politik praktis. “Apabila ada yang melanggar dan itu dilakukan pejabat eselon, mestinya mereka sadar dan mengetahui risiko yang akan dihadapi,” tegasnya.

Abah Masykuri : Takut Akherat Daripada KPK

DEWAN : Wabup Masykuri hadiri Rapat Paripurna digelar DPRD Kabupaten Kediri (Muhamad Mahbub / duta.co)

Gaya low profile Abah Masykuri pun muncul saat perwakilan Fraksi NasDem, Antox Prapungka Jaya menyampaikan insterupsi.  “Ini risiko yang harus saya terima meski sebenarnya saat pidato kemudian diinterupsi itu rasanya gak enak,” ungkapnya, dan sontak terdengar suara tawa dari seluruh undangan yang hadir.

Terdapat ungkapan dalam pidato yang sarat inspirasi disampaikan Abah Masykuri dan undangan yang hadir sempat dibuat terdiam. “Namanya orang bekerja itu semakin ke depan tentunya makin profesional. Kita diberikan amanah oleh rakyat. Kita disumpah dengan kitab suci dan itu dipertanggungjawabkan tidak di dunia saja tetapi juga di akhirat,” ucapnya.

“Saya lebih memilih ditangkap di akherat daripada ditangkap KPK, karena melanggar sumpah. Sebab Tuhan mengawasi kita secara melekat, kapanpun, tidurpun kita diawasi, sehingga gak bisa dibohongin. Karena itu saya berharap ke depan ASN ini jangan takut dengan manusia, tapi takutlah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” jelasnya dalam kata penutup.

Dikonfirmasi pasca rapat, Ketua Fraksi NasDem, Lutfi Mahmudiono menyatakan tidak puas apalagi dengan tidak hadirnya Bupati. “Jawaban dari Bupati terkait dengan PU (pemandangan umum) NasDem masih normatif dan hanya teknis. Tadi sudah diinstruksikan juru bicara NasDem dan eksekutif kita minta untuk menyediakan semua permintaan dari Fraksi NasDem terutama terkait dengan rencana kerja anggaran yang kemarin di PU sudah kita sampaikan untuk disiapkan RKA,” jelas Lutfi Mahmudiono. (bub/nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry