
MADIUN | duta.co — Buntut aksi bentrok pesilat dipertigaan Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Merak, Kota Madiun, membuat 2 sekolah pulang lebih awal, Selasa (22/9/2026).
Kedua sekolah yaitu SMKN 5 dan SMPN 7 Kota Madiun, terpaksa memulangkan siswa-siswinya lebih awal.
Terlihat kesibukan pihak kedua sekolah dalam mengkoordinir kepulangan siswa-siswinya. Kepulangan mereka dari rekomendasi aparat keamanan.
“Kami sebelumnya bersama aparat keamanan, pihak dinas dan sekolah sendiri melakukan pertemuan dalam menyikapi aksi bentrok itu,” jelas Kepala SMKN 5 Kota Madiun Rofiq Ali Muhsin.
Hasil pertemuan, tambahnya, pihak sekolah diperbolehkan melakukan daring dalam pembelajaran. Atas rekomendasi itu, pihaknya segera mengambil keputusan.
Ia mengatakan jumlah siswa-siswi SMKN 5 mencapai 1.000 lebih, demi mengutamakan keselamatan dalam pembelajaran kami tidak tertutup melakukan daring.
Dilaporkan, Parluh PSHT kubu Taufik sudah disepakati akan dilakukan di Kabupaten Magetan pada 25-27 September 2026 nanti. (ag)






































