Aktivitas PK5 di jalan Ponti masih terlihat sebabkan akses jalan warga terbuntu. (FT/Dok.duta/LOETFI)

SIDOARJO | duta co – Permasalahan pasar dadakan PK5 di sepanjang jalan Ponti nampaknya belum ada solusi. Terlihat, Minggu, (9/1/22) kemarin, pedagang menggelar dagangannya sehingga menutup jalan masuk ke Perum Jatisari RT 44 RW 6 Magersari, Kecamatan Sidoarjo.

Permasalahan tersebut harus ada keseriusan untuk menanganinya, sehingga perlu campur tangan pemerintah Kabupaten.

Tomi Widianto, ketua RT 44 RW 6 kepada duta, Senin, (10/1/22) mengatakan, dirinya mendapat laporan dari warga yang merasa terganggu di tiap hari Minggu karena aktivitas pedagang kaki lima (PK5) yang dinilai meresahkan masih berlangsung.

“Sudah sering kali kita diingkari janji sama pihak pedagang (PK5). Selama ini tidak ada respon dari pedagang maupun pemerintah Forkopimka dan Kabupaten,” pungkas Tomi. Terkait surat yang sudah ia kirimkan pun belum ada respon sama sekali dari Pemkab dan Dinas terkait.

“Harapan kami selaku warga dan mewakili warga setempat, Jatisari meminta ditertibkan PK5, kalau bisa ya ke dalam GOR,” harapnya.

Sementara, Yani Setyawan, Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Satpol PP Pemkab Sidoarjo, saat dikonfirmasi Senin, (10/1/22) menyampaikan, bahwa kebijakan keberadaan dan lahirnya PKL di Ponti adalah pengalihan PKL yang berada di Taman Pinang. Namun, dengan konsekuensi PKL Taman Pinang habis alias tidak berjualan lagi dan waktunya hanya pada saat car free day berlangsung.

“Namun, seiring berjalannya waktu, kenyataannya PKL Ponti ada, juga PKL Taman Pinang juga ada. Artinya, bahwa ada kebijakan pemerintah yang tidak dilaksanakan sesuai kesepakatan terdahulu,” ungkap Yani. (loe)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry