SURABAYA | duta.co – Bulog Divisi Regional (Divre) Jawa Timur sudah menyalurkan 182.325 ton beras sejahtera (Rastra) atau 82 persen dari target 246.836 ton untuk masyarakat kurang mampu di Jawa Timur. Ditarget sebelum lebaran ini, Bulog sudah harus mampu menyalurkannya hingga 90 persen.

Kepala Bulog Divre Jatim, Usep Karyana mengatakan penyaluran Rastra (dulunya disebut raskin) ini sudah dilakukan sejak awal Januari, Maret, April, Mei dan terus bergulir hingga jelang lebaran.  Sehingga masyarakat yang tinggal di desa tak perlu lagi ke pasar untuk membeli beras. Dengan begitu permintaan beras jelang lebaran tetap stabil. Stabilnya permintaan terhadap beras ini membuat harga beras di pasaran bisa terjaga.

“Ini menjadi target lain dari Bulog. Makanya jauh sebelum bulan puasa kami sudah bergerak menyalurkan Rastra secepat mungkin kepada 2,7 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Jatim,” ungkap Usep, Seni (19/6) petang.

Tak hanya menyalurkan Rastra saja, Bulog Divre Jatim juga membuka sejumlah outlet khusus yang bekerjasama dengan pedagang beras serta kios lainnya untuk menjual beras dibawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Melalui gerakan yang diberi nama  stabilitas pangan ini, Bulog menjual beras kualitas medium seharga Rp 8.500 per kilogram.

“Sedangkan HET dari pemerintah Rp 9.500 per Kg. Kami saat ini sudah memiliki 233 titik program stabilitas pangan ini dan berharap ke depan akan banyak lagi masyarakat yang tertarik join dengan Bulog. Sehingga masyarakat tak bingung lagi mencari beras dengan harga terjangkau. Mereka tak perlu lagi menunggu ada operasi pasar, karena beras yang kami jual lebih murah,” akunya.

Melalui program Rastra dan stabilitas pangan, Bulog optimis harga beras bisa stabil hingga akhir tahun. Meskipun permintaan melonjak karena banyaknya pembeli di outlet program stabilitas pangan, Usep mengaku bisa melayani permintaan itu sebab saat ini stok di gudang Bulog se Jatim cukup untuk konsumsi Jatim hingga 11 bulan kedepan atau sekitar 413 ribu ton. Sedangkan kebutuhan Jatim per bulannya hanya 41 ribu ton. (end)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan