BUKU “Dahsyatnya Silatrurahim Bersih Hati Bersih Pikiran” (DSBB) akan diluncurkan tepat pada Hari Pahlawan 10 November 2018. Buku ini terbilang fenomenal. Sebab, belum terbit sudah dipesan (laku) sebanyak 2.600 eksemplar.

Acara peluncuran yang dilaksanakan di Gedung Bank BNI Graha Pangeran Lt. 6 Jalan Ayani Surabaya itu, akan dihadiri oleh sejumlah undangan. Di antaranya, Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman, Direktur Utama Bank BNI, Achmad Baiquni, Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan dan sejumlah pengusaha swasta.

Baharmi, ketua panitia peluncuran buku DSBB menjelaskan, buku setebal 208 halaman tersebut merupakan kumpulan tulisan mantan wartawan, karyawa dan istri wartawan Jawa Pos yang tergabung dalam komunitas CowasJP (Konco Lawas Jawa Pos).

Uniknya, buku ini diterbitkan secara spontan. Tidak direncanakan. Berawal dari Reuni IX dan HUT ke III CowasJP di Desa Wisata Petingsari, (Dewi Peri), Sleman Jogjakarta. Peserta reuni menulis pengalaman dari sudut pandang masing-masing hingga terkumpul 43 tulisan dan dimuat di cowasjp.com.

Melihat antusiasme teman-teman dalam menulis itu, penyandang dana reuni, Dr Aqua Dwipayana, berinisiatif melombakan semua tulisan tersebut. Aqua meminta wartawan senior Nurcholis MA Basyari untuk menjadi juri. Dia sebelumnya tak banyak mengenal orang-orang CowasJP sehingga bisa bersikap netral, independen.

Setelah dilombakan, Aqua berinisiatif lagi untuk membukukan tulisan-tulisan tersebut. Tentu melalui seleksi. Dia merasa eman (sayang) jika tulisan-tulisan itu hilang begitu saja.

Aqua yang hobi silaturahim itu tak kesulitan untuk mendapatkan dukungan dari sejumlah pengusaha, petinggi BUMN dan pejabat di institusi TNI dan Polri. Salah satu yang sangat antusias mendukung adalah Dirut Bank BNI Achmad Baiquni.

“Karena itulah, buku DSBB ini, sebelum terbit sudah terjual hingga 2.600 eksemplar dari 5000 eksemplar cetakan pertama. Tidak tertutup kemungkinan, cetakan kedua akan segera dilakukan pada bulan-bulan berikutnya,” ungkap Baharmi. (*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.