
SURABAYA l duta.co – PT Dharma Lautan Utama (DLU) menggelar acara buka puasa bersama mitra usaha, agen, dan ekspedisi dalam rangka mempererat silaturahmi serta menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriyah. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kebersamaan sekaligus memantapkan kesiapan menghadapi angkutan Lebaran.
Direktur Utama PT Dharma Lautan Utama, Erwin H. Poedjono, SE, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin perusahaan sebagai wadah silaturahmi dan doa bersama menjelang Ramadan dan musim angkutan Lebaran.
“Acara hari ini adalah silaturahmi sekaligus buka puasa bersama dengan ekspedisi, agen, dan mitra kerja PT Dharma Lautan Utama. Momentum ini rutin kami lakukan untuk memperkuat kebersamaan serta memohon doa agar menjelang Ramadan dan angkutan Lebaran, kita semua diberikan keselamatan dan kelancaran dalam melayani masyarakat,” ujarnya.
Erwin menjelaskan, persiapan angkutan Lebaran telah dilakukan sejak dini melalui rapat kerja yang digelar pada Desember 2025. Langkah tersebut diambil guna memastikan pelayanan yang lebih optimal dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Dalam rapat kerja tersebut, manajemen membahas kesiapan sumber daya manusia, armada kapal, penyesuaian jadwal, hingga peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan. Selain itu, perusahaan juga menyiapkan sejumlah program tambahan bagi ekspedisi dan agen.
Salah satu program yang disiapkan adalah mendorong pengiriman barang lebih awal guna menghindari penumpukan mendekati hari H Lebaran. DLU juga menerapkan skema tarif dinamis, di mana pengiriman lebih awal akan mendapatkan insentif berupa potongan harga.
“Kami berharap distribusi keberangkatan bisa lebih merata. Bahkan setelah acara ini, ada usulan dari beberapa ekspedisi dan agen untuk mengadakan pertemuan teknis lanjutan agar saat peak season benar-benar bisa terlayani dengan baik,” tambahnya.
Terkait kebijakan pemerintah mengenai pembatasan angkutan logistik, Erwin menyampaikan bahwa berdasarkan pengumuman resmi terbaru, kendaraan truk dan truk sedang masih diperbolehkan beroperasi meskipun tidak mengangkut bahan pokok. Sementara yang tidak diperbolehkan adalah kendaraan sumbu tiga (tronton). Informasi ini dinilai penting untuk segera disampaikan kepada seluruh ekspedisi dan agen.
Penasehat Utama sekaligus Owner PT Dharma Lautan Utama, Bambang Haryo Soekartono, menegaskan bahwa di seluruh negara, sektor logistik tidak boleh terhambat, termasuk saat musim mudik Lebaran.
“Di mana-mana di seluruh dunia, logistik tidak boleh berhenti. Pemerintah perlu membuat alternatif pengaturan agar distribusi tetap berjalan lancar,” ujarnya Kamis Malam,(26/2/2026).
Menurutnya, pengaturan lalu lintas dapat dilakukan dengan pemisahan jalur, seperti jalur untuk truk logistik, kendaraan kecil, maupun angkutan publik. Ia mencontohkan jalur Trans Jawa yang memiliki lintasan utara, tengah, dan selatan yang dapat dimaksimalkan untuk mengurai kepadatan.
“Kalau pangan jelas tidak boleh dihambat. Tapi logistik lainnya juga seyogianya tidak dihentikan, tinggal diatur jalurnya saja. Bahkan di negara seperti China yang tingkat kemacetannya tinggi, logistik tetap berjalan,” tegasnya.
Senada dengan itu, Ketua Umum DPP GAPASDAP, Khoiri Soetomo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyampaikan aspirasi kepada pemerintah terkait fleksibilitas penerapan Surat Keputusan Bersama (SKB) pembatasan angkutan logistik sumbu tiga.
Ia menjelaskan, dalam pertemuan di Gedung Negara Grahadi dan di Jakarta, pihaknya meminta agar kebijakan pembatasan yang berlaku H-10 hingga H+10 Lebaran dapat diterapkan secara lebih adaptif.
Menurut Khoiri, pada angkutan Lebaran sebelumnya justru terjadi pengalihan truk logistik dari lintasan utama Merak–Bakauheni ke pelabuhan penunjang. Padahal, di lintasan utama tersedia 71 izin kapal, namun hanya sekitar 28 kapal yang beroperasi setiap hari, sehingga tingkat utilisasinya belum optimal.
“Masih banyak kapal yang menganggur hingga 60 persen setiap harinya. Maka tugas pemerintah adalah menyediakan infrastruktur berupa dermaga yang cukup, agar tidak setiap tahun terjadi pembatasan dan penundaan,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa logistik tetap dibutuhkan selama arus mudik karena masyarakat memerlukan pasokan makanan, minuman, dan kebutuhan lainnya.
Karena itu, GAPASDAP berharap baik Korlantas Polri maupun Kementerian Perhubungan dapat menerapkan kebijakan secara lebih fleksibel pada angkutan mudik Lebaran tahun ini, baik di lintasan Merak–Bakauheni maupun Ketapang–Gilimanuk.
Melalui momentum buka puasa bersama ini, PT Dharma Lautan Utama bersama seluruh mitra usaha menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi, meningkatkan pelayanan, serta memastikan kelancaran distribusi dan angkutan penumpang pada Lebaran 1447 Hijriyah. (gal)






































