SURABAYA | duta.co – Momentum Ramadan dimanfaatkan pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi pembangunan koperasi di Kota Surabaya. Kegiatan buka puasa bersama yang digelar Senin (9/3/2026) di Gedung KDKMP Kelurahan Kutisari ini juga menjadi ajang sosialisasi pengembangan Koperasi Merah Putih di berbagai wilayah Surabaya.

Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat dan unsur Forkopimda, di antaranya Komandan Kodim 0830/Surabaya Kolonel Inf Bambang Raditya, M.Han, Plh Kasdim, para Perwira Staf, para Danramil, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surabaya, Kepala BPKAD Kota Surabaya, para camat se-Kota Surabaya, serta pengurus Koperasi Merah Putih.

Kasdim 0830 Surabaya, Kolonel Inf Sumarji, menegaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini tidak hanya menjadi sarana silaturahmi di bulan suci Ramadan, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat sosialisasi dan percepatan pembangunan Koperasi Merah Putih di Kota Pahlawan.

Menurutnya, keberadaan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Kutisari menjadi salah satu contoh yang sudah berhasil dibangun secara maksimal. Ia berharap keberhasilan tersebut dapat memotivasi wilayah lain untuk melakukan hal serupa.

“Di Kutisari ini pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sudah mencapai 100 persen. Ini diharapkan bisa menjadi penyemangat bagi para camat agar dapat mencari lahan yang memungkinkan untuk pembangunan koperasi serupa di wilayahnya masing-masing,” ujar Sumarji.

Ia menjelaskan, pihak TNI melalui Kodim 0830 Surabaya mendapat tugas untuk melakukan pendampingan dan kerja sama dalam proses pembangunan Koperasi Merah Putih, termasuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah serta masyarakat setempat.

“Pendampingan ini dilakukan bersama warga dan pemerintah daerah agar pembangunan koperasi bisa berjalan dengan baik dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Hingga saat ini, lanjutnya, di Kota Surabaya telah dibangun sekitar 20 Koperasi Merah Putih dengan berbagai tingkat progres pembangunan. Dari jumlah tersebut, dua koperasi sudah rampung sepenuhnya, sementara sisanya masih dalam tahap pembangunan dengan progres rata-rata 30 hingga 50 persen.

Meski demikian, Sumarji mengakui pembangunan koperasi tidak selalu mudah karena keterbatasan lahan di Surabaya yang merupakan kota padat penduduk. Idealnya, pembangunan koperasi membutuhkan lahan sekitar 30 x 30 meter, sehingga pencarian lokasi yang sesuai menjadi tantangan tersendiri.

“Kita menyesuaikan dengan kondisi dan ketersediaan lahan di Surabaya. Tidak mudah mencari lahan yang cukup luas di tengah kota,” jelasnya.

Ia menambahkan, ke depan seluruh Koperasi Merah Putih yang telah dibangun di berbagai daerah direncanakan akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Republik Indonesia.

Melalui program ini, pemerintah berharap koperasi dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa maupun kelurahan, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi berbasis komunitas.

Acara buka puasa bersama tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Selain diskusi dan sosialisasi program koperasi, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam mendukung pengembangan ekonomi kerakyatan di Surabaya. (gal)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry