Keterangan foto akurat.co

JAKARTA | duta.co – Persis yang disampaikan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, bahwa, buronan kasus hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Soegiarto Tjandra ngumpet di Malaysia.

Dan, benar, Djoko telah ditangkap Bareskrim Polri di Malaysia. Penangkapan buronan tersebut memperoleh apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya dari Indonesia Corruption Watch (ICW) yang turut memberikan apresiasi terhadap Polri yang berhasil menangkap Djoko Tjandra.

“ICW mengapresiasi langkah Polri yang akhirnya berhasil meringkus buronan kelas kakap, terpidana kasus korupsi, Djoko Tjandra,” ujar peneliti ICW, Kurnia Ramadhana kepada wartawan, Jumat (31/7) sebagaimana diwartakan rmol.id.

Kini, sambung Kurnia, ICW mendesak agar Joker, julukan yang dikenal Djoko Tjandra untuk kooperatif saat menjalani masa hukuman.

Bahkan, ICW meminta agar Joker dapat membongkar kepada penegak hukum terkait pihak-pihak yang turut membantunya dalam pelarian sejak 10 Juni 2009, tepatnya 11 tahun lalu.

“Spesifik pada Djoko Tjandra, ICW meminta untuk memberikan informasi kepada penegak hukum tentang pihak-pihak mana saja yang turut membantunya dalam pelarian selama sebelas tahun terakhir,” terang Kurnia

Sementara Kepala Bareskrim Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo, di tempo.co, mengatakan, bahwa, ada perintah dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk mencari Djoko Tjandra.

Tamat Kisah Buron Joker

“Bapak Presiden memerintahkan untuk mencari keberadaan Djoko Tjandra di manapun berada dan segera untuk dituntaskan,” kata Kabareskrim Listyo pada Kamis, 30 Juli 2020.

Belakangan, Listyo mengatakan polisi memperoleh informasi bahwa buron Bank Bali ini ada di Malaysia. Kemudian, Kepala Polri Jenderal Idham Azis berkirim surat ke Kepolisian Diraja Malaysia untuk bekerja sama menangkap Djoko.

“Alhamdulillah tadi siang mendapat informasi, target bisa kami ketahui, jadi tadi sore Bareskrim bersama tim khusus berangkat untuk mengambil,” katanya.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane pernah mengungkapkan, kalau Joker pekerjaan buronan kelas kakap Djoko Tjandra saat ini, adalah konsultan Bareskrim Polri.

Karena itu, kata Neta, pantas saja Djoko Tjandra mendapatkan keistimewaan luar biasa dan ‘karpet merah’ oleh institusi Polri dengan memberinya surat jalan, sehingga ia bisa kabur ke luar negeri. Dan tak kunjung ditangkap. Kali ini, habis sudah kisah buron Djoko Tjandra. (rmol.id,tempo.co)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry