Ketua Dekranasda, Arumi Bachsin bersama Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky dan Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam saat membuka acara Hebyar Batik Pamekasan di Pendopo Krido Manunggal Tuban, Minggu (20/03/2022) malam.

TUBAN | duta.co – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Elestianto Dardak membuka Gebyar Batik Pamekasan Tahun 2022 di Pendopo Krido Manunggal Tuban, Minggu (20/03/2022) malam.

Kabupaten Tuban menjadi lokasi kedua roadshow Gebyar Batik Pamekasan 2022 di wilayah Jawa dan Bali setelah sebelumnya dilakukan di Malang Town Square.

Ketua Dekranasda Jatim, Arumi Bachsin  mengapresiasi pandangan visioner yang menjadi ikhtiar pengenalan terhadap Kabupaten Pamekasan serta budayanya. Apresiasi juga diberikan kepada Bupati dan Pemkab Tuban yang telah menyediakan ruang promosi terhadap budaya luar Kabupaten Tuban.

“Langkah ini tidak akan melunturkan budaya asli, justru wujud visioner dari Mas Bupati. Ini menjadi upaya kita untuk melestarikan batik yang menjadi identitas bangsa Indonesia dimata dunia,” ungkap Arumi

Lebih lanjut, perempuan kelahiran Februari 1994 ini menuturkan kerajinan batik menjadi salah satu ekonomi kreatif yang dapat dimanfaatkan sebagai upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19. Maka dari itu, diperlukan langkah percepatan yang konkrit dan strategis dengan melibat semua stakeholder terkait.

Istri Wagub Jatim juga menyambut baik langkah Pemkab Tuban yang telah meluncurkan kegiatan Car Free Night. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan salah satu percepatan pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

“Kegiatan seperti ini merupakan salah satu pemicu ekonomi dari industri kreatif yang sudah harus dimulai bahkan sebelum pandemi. Kita berdoa ekonomi di Jawa Timur khususnya di Kabupaten Pamekasan dan juga Tuban bisa kembali pulih,” serunya.

Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky menyampaikan terima kasih atas kehadiran Ketua Dekranasda Jatim dan Bupati Pamekasan bersama istri dan jajaran Pemkab Pamekasan. Terselenggaranya Gebyar Batik kali ini merupakan wujud kolaborasi dan sinergitas Pemkab Tuban dan Pamekasan dalam mengembangkan potensi dan kekhasan batik masing-masing. Setiap daerah memiliki motif serta makna tersendiri yang perlu dikaji dan ditingkatkan.

“Pemkab Tuban berkomitmen mengembangkan potensi wisata dan budaya. Hal tersebut diimplementasikan pada program Desa Binaan tiap OPD Pemkab Tuban guna mengoptimalkan potensi tiap desa dengan kekhasannya,” tutur Pria yang akrab disapa Mas Bupati ini.

Bupati kelahiran April 1992 ini juga mengatakan pihaknya terus berusaha melakukan optimalisasi potensi desa dan didukung dengan peningkatan infrastruktur pendukung lainnya. Ia juga menegaskan Kabupaten Tuban memiliki potensi wisata termasuk wisata alam dan juga kuliner.

“Kami siap menyambut seluruh hadirin untuk berwisata di Kabupaten Tuban berlama-lama, menikmati potensi wisata yang ada di Tuban serta menikmati berbagai kulinernya,” jelas Bupati yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tuban.

Sementara itu Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menjelaskan Road Show Gebyar Batik Pamekasan menjadi langkah untuk mendorong pengembangan UMKM pada sektor seni dan budaya Kabupaten Pamekasan dan kabupaten yang menjadi tuan rumah.

“Dengan demikian, citra batik menjadi terangkat modern, fashionable, dan kian digemari,” ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya mengadakan pelatihan membatik sebanyak 3-4 ribu bagi anak-anak dan remaja. Selain sebagai bentuk regenerasi pembatik, juga menciptakan kreasi batik dengan berbagai bentuk, seperti sepatu, jaket, maupun jilbab. Dukungan Pemkab Pamekasan juga mencakup penyediaan bantuan alat batik, permodalan, serta media pemasaran.

“Dengan memanfaatkan teknologi komunikasi terkini produk batik dapat dipasarkan hingga merambah pasar internasional,” pungkasnya. (sad)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry