Budiyanto (tengah), suami almarhumah. (FT/Heru)

SITUBONDO | duta.co – Budiyanto (40), suami almarhum Wiwin Kamelia yang meninggal 4 jam setelah mendapat suntikan vaksin Covid-19 di Puskesmas Suboh, Kecamatan Suboh, Kabupaten Situbondo mengatakan, bahwa kematian istrinya akibat gangguan sesak nafas, Jumat (11/6/2021).

“Istri saya punya riwayat sesak nafas. Namun, saat sekrening dia tidak menerangkan bahwa punya riwayat asma. Kematian istri, saya anggap tidak ada masalah dan itu sudah takdir Allah SWT,” jelas Budiyanto dihadapan wartawan.

Lebih lanjut, Budiyanto mengatakan, sebelum istri meninggal dunia, sempat belanja di Pasar Besuki dan menemui ibu serta teman temannya disalah satu cafe di Desa Buduan serta sempat membuat jajan. “Istri merasakan sesak nafas sekitar jam 2 siang, kemarin,” jelas Budi, saat berada dikediamannya KP Karang Sukun RT 002 RW 004 Desa Suboh, Kecamatan Suboh, Situbondo.

Budiyanto mengakui, jika penyakit sesak nafas yang diderita almarhum istrinya setiap dua minggu sekali sering kambuh. “Sebelum divaksin istri saya tidak mengeluh apa-apa. Almarhum istri saya berangkat vaksin ke Puskesmas Suboh bersama 4 orang keluarganya. Diantara mereka ada yang usianya 80 tahun,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Suboh, Situbondo Muhammad Mahgfur menjelaskan bahwa, kematian almarhum Wiwin Kamilia (39) dikaitkan atau dihubungkan dengan efek samping vaksin atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). “Padahal, 5 orang keluarganya yang ikut vaksin ada yang berusia 80 tahun dan alhamdulillah sehat semua,” terang Kepala Puskesmas Suboh.

Yang perlu diluruskan dalam persoalan ini, sambung Muhammad Mahgfur, yaitu almarhum saat di meja sekrening tidak menyampaikan jika mempunyai riwayat penyakit asma. “Pasca vaksin hingga terjadinya sesak nafas yang dialami almarhum jedah waktunya kurang lebih 4 jam,” jelas pria yang akrab dipanggil Ipung ini.

Tak hanya itu yang disampaikan Ipung dihadapan sejumlah wartawan. Namun dia juga menyampaikan bahwa, vaksinasi Covid-19 Sinovac terhadap masyarakat sudah mencapai 1005 orang dan alhamdulillah semuanya sehat.

“Vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan Puskesmas Suboh sejak Januari 2021 sudah banyak sasaran yang kami ditolak, karena sasaran tersebut kontra indikasi dengan pemberian vaksin Covid-19 Sinovac. Dan perlu diketahui bahwa vaksin Covid-19 Sinovac yang dipakai oleh Puskesmas Suboh masa berlakunya hingga Oktober 2021,” pungkas Ipung. (her)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry