Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso, melantik Pengurus Majelis Pembimbing Daerah (Mabida), Pengurus Kwartir Daerah (Kwarda), serta Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Gerakan Pramuka Jawa Timur masa bakti 2025–2030, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (11/2/2026).

Surabaya | duta.co – Gerakan Pramuka Jawa Timur resmi memasuki babak baru kepemimpinan. Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso, melantik Pengurus Majelis Pembimbing Daerah (Mabida), Pengurus Kwartir Daerah (Kwarda), serta Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Gerakan Pramuka Jawa Timur masa bakti 2025–2030, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (11/2/2026).

Pelantikan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Kak H. Emil Elestianto Dardak, jajaran pimpinan Kwartir Nasional, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, unsur Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah, serta pengurus Pramuka dari seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Timur.

Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur masa bakti 2025–2030, Kak H. M. Arum Sabil, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Ketua Kwarnas, jajaran Kwarnas, Wakil Gubernur Jawa Timur, serta seluruh pihak yang selama ini mendukung Gerakan Pramuka di Jawa Timur.

Pada kesempatan itu, Arum Sabil juga mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa selaku Ketua Mabida Gerakan Pramuka Jawa Timur.

“Momentum pelantikan ini adalah momentum yang penuh makna. Kami, keluarga besar Gerakan Pramuka Jawa Timur, menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Ibu Gubernur atas pengabdian dan bimbingannya selama periode pertama. Dalam berbagai ujian, rintangan, dan tantangan zaman, Pramuka Jawa Timur merasakan kehadiran beliau sebagai sosok ibu yang memberikan perlindungan, pengayoman, dan kekuatan,” ujar Arum Sabil.

Ia menegaskan, di bawah bimbingan Ketua Mabida, Pramuka Jawa Timur tidak hanya hadir sebagai organisasi simbolik, tetapi benar-benar menjadi penggerak pengabdian di tengah masyarakat.

Arum Sabil memaparkan sejumlah kiprah nyata Pramuka Jawa Timur dalam lima tahun terakhir, mulai dari keterlibatan dalam penanganan pandemi Covid-19, respons cepat bencana alam, program bedah rumah tidak layak huni, gerakan kebersihan pantai dan sungai, hingga penanaman pohon sebagai wujud kepedulian lingkungan.

Selain itu, Pramuka Jawa Timur juga mengembangkan kegiatan produktif di bidang pertanian dan peternakan sebagai sarana pendidikan kemandirian, penguatan ketahanan pangan, serta pembentukan karakter generasi muda.

“Seiring pelantikan dan pengukuhan periode kedua ini, kami menyambut amanah lima tahun ke depan dengan penuh kesadaran dan kerendahan hati. Kami memohon bimbingan, penguatan, serta tuntunan dari Ibu Gubernur dan semua pihak agar kami dapat terus berjalan beriringan dan mencetak generasi unggul Pramuka Jawa Timur yang berakhlak, berkarakter, dan siap menatap masa depan bangsa,” tegasnya.

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Budi Waseso, menegaskan bahwa pelantikan pengurus Mabida, Kwarda, dan LPK Jawa Timur menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali tekad dan semangat pengabdian.

“Amanah ini bukan sekadar kedudukan organisasi, melainkan kepercayaan dan tanggung jawab moral untuk menggerakkan semangat kepramukaan di tengah masyarakat. Pengurus harus menjadi suri teladan dengan mengamalkan Satya dan Darma Pramuka dalam setiap ucapan, sikap, dan tindakan,” tegas Budi Waseso.

Ia menekankan, di tengah arus globalisasi serta percepatan teknologi dan informasi, Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam menjaga jati diri bangsa.

“Pendidikan kepramukaan membentuk keterampilan, sekaligus karakter kepemimpinan, empati sosial, kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Budi Waseso juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan jajaran Pramuka atas respons cepat dalam membantu korban bencana di Sumatera dan Aceh.

“Pramuka Jawa Timur hadir sebagai organisasi kepemudaan, juga sebagai garda terdepan dalam aksi kemanusiaan nasional,” ujarnya.

Menurutnya, respons tersebut menjadi bukti nyata pengamalan Satya dan Darma Pramuka sekaligus mencerminkan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah dan Gerakan Pramuka.

Lebih lanjut, Budi Waseso menggarisbawahi pentingnya memperkuat sinergi antara Mabida, Kwarda, Majelis Pembimbing Cabang hingga gugus depan di sekolah-sekolah, agar setiap program kepramukaan benar-benar memberi dampak nyata bagi pembinaan generasi muda.

Sejalan dengan arah kebijakan nasional dan Asta Cita Presiden RI, Gerakan Pramuka juga diarahkan untuk berperan aktif mendukung swasembada pangan.

Ia mendorong setiap gugus depan memiliki lahan pangan terintegrasi sebagai sarana pembelajaran langsung bagi anggota Pramuka.

“Dari lahan ini, adik-adik selain belajar teori pertanian, perikanan, dan peternakan, juga belajar kemandirian dan bagaimana memproduksi pangan sendiri. Dari Pramuka Jawa Timur harus lahir pahlawan-pahlawan pangan masa depan,” ungkapnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur Arum Sabil menegaskan bahwa arah kebijakan Pramuka Jawa Timur sejak awal telah selaras dengan pesan nasional.

“Jawa Timur sebenarnya sudah menerima pesan dari nasional seperti itu sejak lima tahun yang lalu. Sejak awal, Bunda Khofifah sudah menegaskan bahwa Pramuka Jawa Timur harus bergerak pada kegiatan pramuka produktif di bidang pangan dan energi baru terbarukan. Ini selaras dengan yang disampaikan Presiden dan Ketua Kwarnas hari ini,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi program, khususnya di sektor pangan.

“Kita terus bersinergi melanjutkan program tersebut agar bisa menghasilkan capaian yang lebih optimal, terutama di bidang pangan, baik pertanian, peternakan, maupun perkebunan,” katanya.

Arum Sabil menegaskan, pertanian yang dimaksud tidak hanya berkaitan dengan petani, tetapi melibatkan banyak unsur pendukung.

“Kalau berbicara tentang pertanian, itu berbeda dengan petani. Pertanian melibatkan banyak pihak agar petani bisa menjalankan usaha pertaniannya dengan baik,” jelasnya.

Ia menyebut, Ketua Kwarnas juga mendorong keterlibatan pendidikan vokasi dan akademik untuk memperkuat ekosistem pertanian.

“Kak Budi Waseso membawa anak-anak didik dari SMK pertanian, SMK teknologi pertanian, sekolah tinggi yang mengurusi persoalan tanah, hama dan penyakit, hingga industri pertanian. Mereka semua adalah bagian dari dunia pertanian,” tuturnya.

Menurutnya, para peserta didik tersebut dihadirkan untuk memperkuat sinergi melalui kompetensi yang dimiliki.

“Mereka dihadirkan dengan skill dan ilmu akademis untuk saling menguatkan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, lulusan dan tenaga terampil di bidang pertanian dapat terlibat langsung di lapangan maupun menjadi pendamping dan pemberi edukasi bagi para petani.

“Kalau tidak memiliki lahan sendiri, mereka tetap menjadi bagian dari dunia pertanian sebagai pendamping dan pemberi edukasi kepada petani,” pungkasnya.

Pelantikan ini menandai dimulainya masa bakti kepengurusan Gerakan Pramuka Jawa Timur periode 2025–2030. Dengan sinergi pemerintah daerah, Kwartir Nasional, serta jajaran Pramuka hingga tingkat gugus depan, Gerakan Pramuka Jawa Timur diharapkan semakin solid, adaptif, dan konsisten memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Keberhasilan organisasi tidak ditentukan oleh satu orang, tetapi oleh kerja sama tim yang solid dan kompak. Mari kita jadikan amanah ini sebagai ladang pengabdian yang tulus demi masa depan bangsa Indonesia,” pungkas Budi Waseso. Rid

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry