Keterangan foto detik.com

JAKARTA | duta.co – Operasi Opini (OO) melalui Tabloid Indonesia Barokah (IB) dipastikan gagal. Bahkan ‘menuai badai’ alias kontra produktif. Entah siapa sohibul hajjahnya. Yang jelas, kini, Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi-Ma’ruf Amin meluncurkan tabloid Kerja Nyata. Tabloid itu berisi pencapaian masa pemerintahan Jokowi bersama Kabinet Kerja.

“Kalau mau pamer kesuksesan tidak masalah, sah sah saja. Toh semua orang paham, benar tidaknya. Tetapi, kalau sudah membandingkan dengan lawan politik, ini pasti subyektif. Pak Prabowo selalu dapat jempol terbalik. Siapa percaya?” demikian Hendro, Rabu (6/2/2019).

Tabloid KN sudah diluncurkan di Rumah Aspirasi Jokowi-Ma’ruf, Jalan Proklamasi No 46, Menteng, Jakarta Utara. Hadir dalam acara tersebut Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri.

Hanif turut menyampaikan selamat atas terbitnya tabloid Kerja Nyata. Ia berharap adanya tabloid ini bisa menjadi media untuk menginformasikan keberhasilan pemerintah.

“Saya mengucapkan selamat atas terbitnya tabloid sebagai sebuah medium untuk menyampaikan atas capaian kerja pemerintah. Saya ingin mengajak kepada kita semua atas dua hal, satu kerja keras, kerja keras jika dilakukan secara kreatif dan inovasi akan membuahkan hasil yang baik. Yang kedua adalah kebaikan yang harus kita lakukan setiap saat,” ujar dia.

Ketua Umum Seknas Jokowi sekaligus penanggung jawab tabloid, Muhammad Yamin, mengatakan tabloid ini akan diisi gambaran secara umum hasil kerja selama Jokowi menjabat Presiden RI. Selain itu, terkait pencapaian Kabinet Kerja Jokowi.

“Isinya adalah pencapaian Pak Jokowi bersama kabinetnya. Kita akan isi dengan terkait infrastuktur, baik dari Kementerian PUPR, Kementerian Kominfo, dan kementerian lainnya,” ucapnya sambil menegaskan tabloid ini terbit dua minggu sekali, diproduksi sebanyak 100.000 eksemplar setiap edisinya. Tabloid dibagikan ke seluruh relawan, baik pusat maupun daerah.

“Ini baru dua puluh ribu, kita akan produksi 100.000 eksemplar, dan akan dibagikan ke setiap organ relawan yang ada sampai di daerah akan kita kirim ke setiap daerah,” ucapnya tanpa menghitung berapa duit yang harus dikuras.

Pemimpin Redaksi Kerja Nyata, Hari Santoso, menambahkan konsep tabloid Kerja Nyata akan mirip dengan salah satu media cetak yang pernah menginformasikan program pemerintah. Di tabloid ini, dirinya menginformasikan berbagai prestasi Jokowi dan dibuktikan dengan data.

Dan benar, tabloid ini terus digelontorkan. Misalnya dalam deklarasi dukungan Bravo 01 Cijantung kepada pasangan calon presiden Joko Widodo-Maruf Amin di Pasar Rebo, Jakarta, Selasa (5/2). Di sini panitia membagikan Tabloid Kerja Nyata kepada para peserta dan awak media. Tabloid  itu berisi capaian-capaian Presiden Jokowi selama menjabat empat tahun ini.

Beberapa judul dalam tulisan yang dimuat Tabloid Kerja Nyata edisi 06 itu diantaranya Jalan Tol Untuk Kesejahteraan Umat, Menuju Indonesia Bersih Tegas Berantas Korupsi, Dana Desa 2019 Untuk Siapa Saja, Empat Syarat Pemimpin Menurut Al Quran, dan Prestasi-Prestasi Harum Jokowi.

Lucunya, ada sebuah tabel berisi komparasi prestasi dari Jokowi dan rivalnya di Pilpres 2019 Prabowo Subianto. Dalam tabel perbandingan antara Jokowi dan Prabowo dituliskan berdasarkan beberapa katagori seperti pengalaman di pemerintahan, penghargaan yang pernah diterima dan beberapa catatan khusus.

Pada katagori Pengalaman di Pemerintahan, Jokowi ditulis pernah menjabat wali Kota Solo, gubernur DKI Jakarta, dan presiden RI, sementara Prabowo dinyatakan belum pernah dengan tanda jempol terbalik.

Untuk katagori Penghargaan/Award, Jokowi ditulis mendapatkan Penghargaan Langit Biru 2011,  Wali Kota Teladan 2011, Bung Hatta Anti Corruption Award 2010, Pelopor Inovasi Pelayanan 2010, Indonesia Tourism Award 2009, Manggala Karya Bakti Husada 2009, Pelayanan Prima Tingkat Nasional 2009, dan Citra Bakti Abdi Negara 2008, sedangkan Prabowo ditulis belum ada dengan tanda jempol terbalik.

Sedangkan pada katagori Catatan Khusus, Jokowi tertulis ‘tidak ada’ sementara Prabowo tertulis ‘TNI: pelanggaran prosedur, indisipliner, keluar tanpa ijin, lepas tanggung jawab, dan lain lagi.’

Pokoknya Jokowi selalu hebat, Prabowo jempol terbalik. “Padahal, rakyat muak dengan gaya-gaya seperti itu. Rakyat pasti muntah dicekoki kabar memuji diri menjelekkan orang lain. Kata Cak Lontong, mikir! Padahal berapa duit yang harus dibuang,” tambah Hendro. (mky,dtc)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.