
LAMONGAN | duta.co – Keberadaan BTPN Syariah di Kabupaten Lamongan sangat membantu masyarakat, sehingga Bank Syariah yang satu ini terus memikat hati masyarakat. Tidak dipungkiri, bila kini pertumbuhan bank tersebut sangat cepat.
Marliasih, seorang ibu yang bergabung sejak 2017, menjadi salah satu nasabah inspiratif BTPN Syariah. Awalnya, nasabah di sentra Bandung Sekaran, Kecamatan Balongpanggang, Kab Gresik yang masuk wilayah kerja, Kec. Mantup, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur itu, mendapat pembiayaan Rp4 juta untuk menjalankan usaha kerupuk. Sejalan dengan plafon pembiayaan yang terus meningkat hingga Rp 9 juta, usaha dan kepercayaan diri Ibu Marliasih dalam berwirausaha pun terus berkembang.
Kesuksesan tersebut tidak lepas dari konsistensi Ibu Marliasih dalam menerapkan perilaku unggul, yaitu Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS). Nilai-nilai ini di bangun melalui pendampingan yang diberikan oleh Petugas BTPN Syariah dalam kumpulan rutin yang dilaksanakan dua minggu sekali.
“Saya bersyukur dengan adanya pembiayaan yang diberikan oleh BTPN Syariah membuat usaha saya semakin berkembang, oleh karena itu saya juga selalu disiplin hadir di kumpulan dan bayar angsuran. Dengan adanya kumpulan, saya tidak merasa berjuang sendiri. Kami saling mendukung dan menginspirasi, tidak hanya belajar mengelola keuangan, tetapi juga mendapat pendampingan usaha,” ujar Ibu Marliasih, Kamis (15/1/2026).
Saat ini, usaha Ibu Marliasih membuka lapangan pekerjaan bagi dua orang karyawan dan turut memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar. Perkembangan tersebut juga mendapat apresiasi dari sang suami Khoirul Anam, yang mengaku bangga atas kerja keras istrinya. Menurutnya, usaha Ibu Marliasih tidak hanya membantu perekonomian keluarga, tetapi juga menguatkan solidaritas antar ibu-ibu nasabah di sentra Bandung Sekaran.
Priyono, Kepala Pembiayaan BTPN Syariah untuk Area Lamongan menyampaikan bahwa perilaku unggul BDKS menjadi fondasi kuat bagi nasabah di segmen ultra mikro.
“BTPN Syariah berkomitmen memberdayakan masyarakat inklusi, khususnya perempuan, agar mampu mengembangkan usaha dan meningkatkan kualitas hidup. Perilaku unggul BDKS menjadi inti pendampingan kami. Maka, kehadiran nasabah di kumpulan memegang peranan penting untuk memastikan manfaatnya diterima secara optimal,” jelasnya.
la juga menambahkan, bahwa BTPN Syariah terus memperkuat komitmennya dalam memberdayakan masyarakat inklusi di berbagai daerah, termasuk di Lamongan.
Hingga Desember 2025, BTPN Syariah telah menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp70 Miliar kepada kurang lebih dari 19 Ribu Nasabah yang merupakan masyarakat inklusi di berbagai Kabupaten Lamongan. Pada 2024, BTPN Syariah juga memberangkatkan umroh 17 nasabah asal Lamongan.
Melalui pendampingan berkelanjutan dan penerapan perilaku unggul BDKS, BTPN Syariah berharap semakin banyak perempuan tangguh yang mampu mengembangkan usaha, memberi dampak bagi lingkungan sekitar, serta mewujudkan impian untuk memiliki hidup yang lebih berarti. (dam)





































