

Mengusung tema “Youth Leadership in Achieving SDGs: Tackling Poverty, Advancing Education, and Driving Economic Growth”, ajang ini mengajak pemuda dari berbagai negara untuk berkolaborasi merancang solusi konkret atas isu global selama empat hari.
Penyelenggaraan tahun ini menandai tahun ke-6 berjalannya program BRAVE. Sebanyak 13 peserta yang terdiri dari mahasiswa, akademisi, dan pemuda dari 8 negara turut ambil bagian, yakni berasal dari Thailand,, Filipina, Kenya, Nigeria, Arab Saudi, Timor Leste, Madagaskar dan Indonesia.
Selama empat hari pelaksanaan, para peserta dibekali serangkaian kegiatan interaktif, mulai dari diskusi kelompok, lokakarya (workshop), pertukaran budaya, hingga aksi pengabdian langsung kepada masyarakat.
Saat membuka kegiatan, Rektor Unusa Prof. Tri Yogi Yuwono menegaskan bahwa BRAVE bukan sekadar forum akademik biasa, melainkan wadah pembelajaran nyata bagi generasi muda untuk mengasah jiwa kepemimpinan dan membangun jaringan internasional.
“Melalui BRAVE! VIBES 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang melampaui ruang kelas. Selama empat hari ke depan, para peserta tidak hanya berdiskusi mengenai kemiskinan, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga belajar langsung bagaimana kolaborasi lintas budaya dapat melahirkan solusi yang berdampak bagi masyarakat,” ujar Prof. Tri Yogi.
Ia menambahkan bahwa tantangan global saat ini bersifat kompleks dan tidak bisa diselesaikan oleh satu disiplin ilmu atau satu negara saja. Isu kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi saling berkaitan erat sehingga memerlukan pendekatan yang terintegrasi.
Agen Perubahan Global
Penyelenggaraan BRAVE merupakan wujud komitmen Unusa dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui internasionalisasi pendidikan tinggi. Unusa bertekad mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, berpikir kritis, dan berani menjadi agen perubahan.
Prof. Tri Yogi berpesan agar para peserta memanfaatkan momen ini sebaik-baiknya untuk mulai melangkah tanpa menunda. “Jangan menunggu hingga memiliki jabatan untuk mulai memimpin. Dunia membutuhkan kepemimpinan anak muda hari ini. Jadikan empat hari di Unusa sebagai ruang untuk saling belajar, berkolaborasi, dan membangun jejaring yang kelak melahirkan perubahan nyata bagi dunia,” pungkasnya. ril/lis