
LAMONGAN | duta.co – Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama BPJS Ketenagakerjaan dan manajemen PT Superior Prima Sukses (SPS) menyerahkan santunan kecelakaan kerja kepada ahli waris korban ledakan pabrik bata ringan Blesscon di Desa Warukulon, Kecamatan Pucuk.
Penyerahan dilakukan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Kepala BPJS Ketenagakerjaan Lamongan Nyoman Sudarsana, Kepala Disnaker Lamongan, serta perwakilan perusahaan dengan mendatangi rumah duka, Selasa (22/9/2026).
Ledakan tabung produksi yang terjadi Kamis (17/9/2026) tersebut mengakibatkan lima pekerja meninggal dunia dan dua lainnya masih menjalani perawatan akibat luka bakar.
Bupati Yuhronur menyampaikan belasungkawa sekaligus menegaskan pentingnya evaluasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di seluruh perusahaan. Pemkab Lamongan juga akan meningkatkan pengawasan terhadap kelayakan peralatan kerja industri.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Lamongan Nyoman Sudarsana mengatakan, korban meninggal mendapatkan manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), termasuk santunan kematian, biaya pemakaman, santunan berkala, serta beasiswa pendidikan bagi anak sesuai ketentuan.
Sementara dua korban yang masih dirawat mendapat biaya pengobatan dan perawatan medis dari BPJS Ketenagakerjaan. Mereka juga berhak atas manfaat selama belum mampu bekerja sesuai ketentuan.
Humas PT Superior Prima Sukses (SPS), Roni Tri Cahyono, menyampaikan duka mendalam atas musibah tersebut. Menurutnya, sejak kejadian perusahaan langsung memfokuskan penanganan pada pendampingan medis korban dan pengawalan hak-hak para pekerja.
“Fokus kami sejak setelah kejadian adalah memberikan pendampingan maksimal kepada korban dan keluarga, mulai dari penanganan di RS Lamongan hingga penanganan intensif di rumah sakit rujukan Surabaya. Kami mengupayakan pelayanan medis terbaik, namun takdir berkata lain untuk lima rekan kami,” ujar Roni.
Roni mengatakan perusahaan juga berkomitmen mengawal seluruh proses pencairan klaim BPJS Ketenagakerjaan hingga tuntas. Selain itu, perusahaan memberikan santunan internal, tali asih, serta beasiswa pendidikan bagi anak atau adik korban yang masih menempuh pendidikan.
Terkait penyebab ledakan, Roni menegaskan proses investigasi teknis masih dilakukan oleh kepolisian. Pihak perusahaan terus berkoordinasi dan menyatakan siap memberikan informasi yang dibutuhkan penyidik.
“Kejadian ini menjadi bahan evaluasi besar-besaran bagi internal kami. Padahal sebelum mesin beroperasi, standar prosedur pemeriksaan selalu dilakukan secara ketat. Kami kooperatif dan menyerahkan sepenuhnya proses investigasi teknis kepada kepolisian,” tuturnya. ( dam)








































