Deputi Direktur Wilayah Jawa Timur Dodo Suharto (kiri) bersama para pejabat BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur memaparkan kinerja 2018 dan target 2019 saat raker di Batu Malang, Kamis (24/1) malam. DUTA/endang

BATU | duta.co – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Jawa Timur membidik para usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Terutama para UMKM yang menjadi binaan perusahaan besar atau multinasional di Indonesia.

Dikatakan Deputi Direktur Wilayah Jawa Timur Dodo Suharto, potensi UMKM ini sangat besar, terutama para pekerja yang bekerja di dalamnya.

“Jawa Timur itu gudangnya pelaku UMKM. Potensinya luar biasa,” ujar Dodo, di sela Rapat Kerja di Batu, Kamis (24/1) malam.

Pelaku UMKM yang akan dibidik BPJS Ketenagakerjaan Jatim ini adalah yang selama ini menjadi binaan perusahan besar.

“Salah satunya Sampoerna. Kita sudah menggandeng Sampoerna untuk meminta data UMKM binaannya. Dan ternyata Sampoerna itu punya 108 ribu binaan. Kalau satu binaan ada lima pekerja, sudah berapa jumlah pekerja yang bisa kita jarring,” jelas Dodo.

Selain Sampoerna, diakui Dodo ada banyak perusahaan besar lainnya. Terutama perusahaan rokok seperti Sampoerna.

“Kita akan bekerjasama dengan mereka. Ada Gudang Garam, Semen Indonesia dan sebagainya. Dan dipastikan perusahaan itu memiliki UMKM binaan,” tandasnya.

Langkah ini dilakukan BPJS Ketenagakerjaan Jatim untuk memacu kinerja di 2019 ini.

Karena pada tahun ini, lembaga yang ditunjuk pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada tenaga kerja ini menargetkan bisa mengakuisisi sebanyak 2,336 juta peserta baru di seluruh wilayah Jawa Timur.

Asisten Deputi Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Timur, Dodit Isdiyono menambahkan BPJS Ketenagakerjaan Jatim tahun ini memang menetapkan target yang cukup tinggi karena tahun ini menjadi tahun “Aggressive Growth”.

“Untuk akuisisi kepesertaan baru, kami menargetkan ada kenaikan sebesar 3 persen dibanding tahun 2018. Dari 2.257.958 peserta baru di tahun 2017 menjadi 2.336.252 peserta baru,” ujar Dodit.

Dengan rincian, peserta dari tenaga kerja  penerima upah ditarget sebesar 796.634 tenaga kerja,

Sementara tenaga kerja bukan penerima upah (BPU) ditarget bisa mencapai 411 156 tenaga kerja, naik sebesar 27 persen dibanding 2018 yang mencapai 199.731 tenaga kerja.

Selain itu, jumlah Badan Usaha atau perusahaan baru yang diakuisisi juga ditargetkan sebanyak 28.630 Badan Usaha, naik 27 persen dibanding 2017.

“Agar bisa mencapai target, kami telah melakukan berbagai langkah strategis, diantaranya adalah melakukan kolaborasi tripartit antara pemerintah, pengusaha dan tenaga kerja dan menambah jumlah “Perisai” dan agen. Bahkan kami mewajibkan kepada 16 kantor cabang dan 20 kantor cabang perintis untuk segera memenuhi target kuota Perisai,” tambahnya. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.