BPJS : Sosialisasi pembayaran auto debet dilakukan BPJS Kesehatan bersama Wakil Ketua DPRD Heri Romadhon (duta.co/humas)  

KEDIRI | duta.co -BPJS Kesehatan KC Kediri dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Heri Romadhon blusukan laksanakan sosialisasi JKN-KIS di Desa Jiwut, Kabupaten Blitar. Kegiatan dihadiri 200 orang tersebut, BPJS Kesehatan KC Kediri menitikberatkan penyuluhan pada ketentuan terbaru tentang kewajiban peserta berlangganan layanan auto debet.

Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta (KPP) BPJS Kesehatan KC Kediri David Sulaksmono menyampaikan bahwa mulai tahun 2019 setiap peserta wajib berlangganan layanan autodebet untuk pembayaran iuran JKN-KIS keluarganya. Layanan auto debet diharapkan dapat menjadi solusi bagi peserta yang terlambat membayar iuran karena lupa dan tidak sempat melakukan pembayaran.

“Layanan autodebet dapat dinikmati oleh peserta JKN-KIS yang memiliki rekening tabungan pada bank-bank yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan seperti BNI, BRI, Mandiri dan BCA. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rata-rata iuran yang tertunggak kurang dari dua bulan terjadi karena peserta lupa membayar. Auto debet merupakan langkah antisipatif terjadinya tunggakan JKN-KIS,” jelas David.

Melalui paparannya, David turut menjelaskan bahwa autodebet telah menjadi salah satu syarat pendaftaran JKN-KIS melalui kantor cabang.

“Syarat mendaftar melalui kantor cabang adalah fotokopi KK dan halaman pertama buku rekening bank. Selain mengisi formulir pendaftaran JKN-KIS, peserta mengisi formulir berlangganan layanan auto debet disediakan bank,” jelasnya.

Meski demikian, BPJS Kesehatan tidak berdiam diri dan terus melakukan koordinasi dengan sejumlah bank untuk menjalin kerjasama. “Saat ini belum semua, karena memang masih ada bank tertentu yang mewajibkan peserta untuk datang langsung ke kantor cabang bank untuk keperluan verifikasi,” terang David.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar Heri Romadhon turut mendukung pernyataan David. Heri menilai bahwa JKN-KIS sudah menjadi kebutuhan dasar penduduk saat ini. Untuk itu setiap orang diharapkan dapat menyisihkan sebagian penghasilannya untuk mengikuti program JKN-KIS.

“Iuran Rp 25.500 sangat kecil bila dibandingkan dengan manfaat yang diterima. Saya rasa setiap penduduk harus segera melakukan pendaftaran JKN-KIS apapun profesinya. Iurannya kan tidak sampai seribu rupiah per hari. Jangan ada lagi masyarakat yang jatuh miskin karena sakit. Penuhi persyaratannya dan segeralah mendaftar,” tutup Heri. (nng)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.