Pertemuan BPJamsostek Surabaya Rungkut dengan Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia Jawa Timur di Islamic Center Surabaya, Senin(11/10/2021). DUTA/ist

SURABAYA | duta.co –  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BPJamsostek Surabaya Rungkut melakukan sosialisasi kepesertaan. Itu dilakukan bersama dengan Pimpinan Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur.

Sosialisasi dilakukan pada 130 takmir masjid dii Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik, di Ruang Rapat lantai 2 Gedung Islamic Center Surabaya, Senin (11/10/2021).

Kepala Kantor Cabang BPJamsostek Surabaya Rungkut Rudi Susanto mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan memberikan pengetahuan tambahan kepada takmir masjid anggota DMI Jatim dalam mendapatkan jaminan kecelakaan kerja atau jaminan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan.

“fungsinya, tata caranya dan apa saja yang didapatkan nantinya ketika para takmir masjid tersebut menjadi peserta BPJamsostek,” kata Rudi.

BPJamsostek merupakan wujud kehadiran negara untuk melindungi warganya dari risiko ketika melakukan pekerjaan. Ada empat program yang dimiliki BPJS ketenagakerjaan, yakni jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua dan jaminan pensiun.

Meskipun takmir masjid mungkin bukan pekerjaan tetap bahkan lebih ke pekerjaan sosial, tetap ada risiko ketika melakukan pekerjaan ataupun berangkat ke masjid untuk melakukan pekerjaan. Kami lindungi sebagai jaring sosial pengaman ketika terjadi kecelakaan kerja.

Ia berharap, seluruh anggota DMI Jatim tersebut dapat mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan sehingga ada ketenangan dalam bekerja. “Sehingga fokus memakmurkan umat dan dimakmurkan oleh umat,” harapnya sambil mengutip slogan DMI Jatim tersebut.

Ketua PW DMI Jatim KH Muhammad Roziqi menjelaskan bahwa solialisasi tersebut bertujuan untuk memberikan gambaran kemanfaatan kepesertaan program BPJS Ketenagakerjaan kepada para pengurus/takmir masjid.

“Intinya, bagaimana kita bisa bekerja sama terutama dengan para pengelola masjid, para takmir masjid, dalam rangka kita mencoba untuk memberikan perhatian kepada mereka bilamana sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan (musibah),” jelas Kiai Roziqi. ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry