MALANG | duta.co – PT Best Profit Future (BPF) berkolaborasi dengan Bappebti, Aspebtindo, Pemkot Malang, JFX dan KBI. Sinergi dengan mengandeng berbagai instansi ini dalam rangka memperkuat literasi perdagangan berjangka komoditi. Tentunya hal ini agar masyarakat semakin cerdas berinvestasi.

Tingkat literasi masyarakat Indonesia terhadap Perdagangan Berjangka Komoditi masih rendah. Hal ini terlihat masih maraknya kasus korban penipuan robot trading, dan trading ilegal serta ketidakpahaman masyarakat terhadap manajemen risiko.

Padahal potensi industri Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) sangat menjanjikan di Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), pihaknya melakukan pengawasan terhadap transaksi senilai Rp53.249,7 triliun dengan rata-rata transaksi setiap bulannya sebesar Rp4.437,5 triliun.

Namun demikian, sepanjang tahun 2022, Bappebti juga mencatat pengaduan masyarakat yang tidak sedikit. Sebagian besar pengaduan tersebut disebabkan adanya investasi ilegal seperti robot trading dan masih terdapat pelaku usaha yang tidak taat terhadap peraturan.

Dalam rangka mewujudkan masyarakat sadar Perdagangan Berjangka Komoditi, Perusahaan Pialang Berjangka resmi, PT Bestprofit Futures cabang Malang (BPF Malang) berkolaborasi dengan Bappebti, Asosiasi Pialang Berjangka Indonesia (Aspebtindo).

Juga ada Pemerintah Kota Malang, PT Bursa Berjangka Jakarta, PT Kliring Berjangka Indonesia, Universitas Brawijaya dan STIE Malang Kucecwara menggelar talkshow bertema “Perkuat Ekosistem dan Keamanan Transaksi dalam Perdagangan Berjangka Komoditi”.

Kegiatan ini juga sebagai wujud partisipasi BPF Malang dalam bulan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) yang digagas oleh Bappebti, dan Aspebtindo.

Turut hadir sebagai pembicara dan narasumber yaitu Didid Noordiatmoko, Kepala Bappebti; Udi Margo Utomo, Ketua Umum Aspebtindo; Stephanus Paulus Lumintang, Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta; Budi Susanto, Direktur PT Kliring Berjangka Indonesia; Walikota Malang, Sutiaji dan Kepala Cabang BPF Malang, Andri.

Total peserta yang hadir mencapai 100 orang berasal dari kalangan mahasiswa, dan para pengusaha.

di Kota Malang, Kapolresta, Kadis Perdagangan Kota Malang, Kadis Tenaga Kerja dan Masyarakat Malang.

Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko mengatakan, dengan hadirnya bulan Literasi ini diharapkan edukasi tentang Perdagangan Berjangka Komoditi bisa lebih dalam dan menyeluruh.

Sementara itu, Ketua Umum Aspebtindo, Udi Margo Utomo mendukungan upaya Bappebti dan Kementerian Perdagangan RI untuk mendorong tingkat literasi Perdagangan Berjangka Komoditi di masyarakat.

Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta, Stephanus Paulus Lumintang juga mengatakan bahwa edukasi Perdagangan Berjangka Komoditi di industri sebenarnya sudah berjalan namun hanya berjalan sendiri-sendiri.

Dengan adanya bulan literasi Perdagangan Berjangka Komoditi diharapkan semua pelaku memiliki kesadaran dan tanggung jawab yang sama untuk berkomitmen menciptakan industri Perdagangan Berjangka Komoditi yang lebih sehat dan maju.

Terutama, memberi perlawanan bersama terhadap praktik-praktik ilegal trading di berbagai sisi.

Direktur PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), Budi Susanto turut menandaskan pertumbuhan investor di Perdagangan Berjangka Komoditi terus meningkat setiap tahun.

Hanya, edukasi yang mereka terima belum matang sehingga banyak investor yang melihat hanya dari potensi keuntungan saja tanpa melihat dari sisi risiko dan legalitas yang menjadi dasar keamanan bertransaksi.

Pimpinan Cabang BPF Malang, Andri mengatakan, dalam kegiatan Talkshow hari ini, selain membagikan pengetahuan terhadap Perdagangan Berjangka Komoditi, juga menekankan pentingnya keamanan bertransaksi.

“Langkah kami lakukan selama ini adalah mewajibkan bahwa setiap nasabah diedukasi oleh Wakil Pialang Berjangka profesional,” ucapnya.

Serta menurutnya, menekankan adanya risiko transaksi. Guna memperluas pengetahuan Perdagangan Berjangka Komoditi, BPF Malang juga telah menggandeng beberapa kampus untuk meningkatkan literasi di kalangan muda.

Bulan literasi Perdagangan Berjangka Komoditi dimanfaatkan oleh Bappebti dan segenap pialang berjangka untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap peluang dan risiko produk derivatif berjangka.

Kedepan, kegiatan semacam ini akan dilakukan hampir di seluruh kota di lndonesia.

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry