INOVASI : Dua dari lima anggota tim Libongja Unusa yang mendapatkan hibah Kemristekdikti untuk Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Bonggol jagung selama ini hanya membuat sampah-sampah semakin menumpuk. Tanpa mau orang memanfaatkan untuk sesuatu hal berguna.

Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) merasa prihatin dengan kondisi itu.

Untuk mengurangi beban sampah di tempat pembuangan akhir (TPA), lima mahasiswa Unusa itu membuat sebuah inovasi. Inovasi itu diberinama Libongja atau limbah bonggol jagung.

Kelima mahasiswa yang kreatif itu adalah Cizanie Alfiana, Megaratri Puspitasari, Anggi Nur Aini, Ivan Ardiansyah Nugroho dan Adelina Pratiwi. Kelimanya adalah mahasiswa S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat.

Ivan Ardiansyah Nugroho salah satu anggota tim mengatakan, Libongja ini adalah pupuk organik yang bisa untuk menyuburkan tanah pertanian dengan memanfaatkan sampah tak terpakai.

“Jika selama ini dari sampah dedaunan dan sejenisnya, maka kita buat dari bonggol jagung yang semakin lama sampahnya semakin banyak karena konsumsi jagung yang juga semakin meningkat,” ujar Ivan.

Ivan mengaku dia dan teman-temannya menggunakan bahan bonggol jagung yang dicampur dengan gula pasir, kotoran kambing, kapur papan tulis, air dan cairan khusus untuk mempercepat proses fermentasi.

“Ada komposisi-komposisinya yang sudah kami eksperimen sebelumnya,” tandas Ivan.

Bonggol jagung yang mereka ambil dari sampah-sampah di pasar, dikeringkan dengan cara dijemur.

Setelah kering, lalu dicacah hingga hancur. Kemudian dicampur dengan bahan-bahan yang sudah disiapkan.

“Kami pakai kotoran kambing karena memang kotoran kambing itu banyak sekali kita temui di kampung,” tukasnya.

Setelah semua tercampur maka ditempatkan dalam sebuah wadah yang ditutup plastik.

“Seminggu sekali disiriam dengan cairan yang kita sudah siapkan. Ini dilakukan selama lima minggu. Dicek terus hingga ada bau menyengat akibat dari proses fermentasi. Itu tandanya sudah menjadi pupuk,” tukasnya.

Tak mengherankan inovasi yang mereka ciptakan ini diapresiasi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) sehingga lolos mendapatkan hibah untuk Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.