DAMAI: Perwakilan Bonek dan PSHT disaksikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Danrem 084 Bhaskara Jaya Kolonel M Zulkifli, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Mohammad Iqbal saat melakukan dekrarasi damai di Mapolrestabes Surabaya. Duta/Riki Ardiansah

SURABAYA | duta.co – Pasca bentrok Bonek, Suporter Persebaya yang menyebatkan dua orang pendekar dari perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) beberapa waktu lalu, kedua pihak sepakat berdamai. Mereka mengelar  deklarasi kesepakatan damai di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (12/10)

Selain dihadiri perwakilan PSHT dan Bonek, juga dihadiri Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Danrem 084 Bhaskara Jaya, M Zulkifli, dan Kapolrestabes, Kombes Pol M Iqbal.

Pada deklarasi damai kali ini ada lima poin yang disepakati oleh Bonek dan PSHT. Kelima poin itu dibacakan oleh Perwakilan Pengurus Pusat PSHT, Sadam dan Koordinator Lapangan Bonek Surabaya, Andie Peci, dan diikuti oleh para anggotanya yang hadir.

Poin pertama, menghilangkan rasa permusuhan dan kebencian baik berupa perkataan maupun perilaku secara langsung dan atau menggunakan media sosial. Kedua, menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara hukum yang terjadi kepada pihak kepolisian, sesuai hukum yang berlaku.

“Dan tidak sekali-kali mengambil langkah di luar prosedur hukum,” kata perwakilan dari PSHT dan Bonek saat membacakan deklarasi.

Poin ketiga, saling menghormati dan menjaga ketertiban aktivitas masing-masing. Keempat, mengimbau kepada seluruh anggota PSHT dan Bonek untuk tidak terprovokasi oleh sumber informasi yang tidak jelas.

“Dan melaporkan kepada pihak Kepolisian bila menemukan yang provokatif,” ujar kedua orang perwakilan, masih dalam deklarasi yang dibacakan.

Dan kelima, menjaga nama baik dan nama besar PSHT dan Bonek di Kota Surabaya serta kota lain di Indonesia.

HM Rosadin Ketua PSHT Surabaya mengatakan, Kota Surabaya adalah kota bersama. Tempat kedua kelompok ini berada, sehingga sudah seharusnya tidak ada lagi permusuhan. “Surabaya adalah kota kita bersama. Jadi sudah seharusnya tidak ada lagi permusuhan. Kami menyadari itu, dan itu menjadi komitmen kami,” katanya.

Sementara Andi Peci mengakui, kekhilafan Bonek atas peristiwa yang telah terjadi sebelumnya. “Ini merupakan ujian bagi Bonek dan menjadi bagian dari proses pendewasaan Bonek,” katanya.

Andi Peci juga mengatakan, Bonek Persebaya berencana mengajak PSHT untuk bermain futsal bersama-sama, serta mengajaknya turut menonton pertandingan Persebaya. “Tentu saja. Persebaya sekarang masuk delapan besar, nanti kami pasti akan mengajak PSHT untuk nonton pertandingan bersama-sama,” kata Andi Peci.

Sedangkan M Iqbal dalam sambutannya berharap, Bonek dan PSHT sama-sama menjaga kondusivitas dan keamanan di manapun mereka berada.

Senada Tri Rismaharini menyampaikan harapannya agar Bonek maupun PSHT tidak lagi memelihara dendam. “Karena dendam akan merusak persaudaraan baik antar warga Surabaya, juga Bangsa Indonesia secara umum,” tandasnya.

Seperti diketahui, Bonek dan PSHT terlibat bentrok pada Minggu (1/10). Bentrok terjadi di depan SPBU Balongsari Tandes Surabaya usai pertandingan Persebaya di Stadion GBT. Dalam bentrokan itu, dua anggota PSHT Surabaya, yakni  M Anis dan Ristanto tewas. Sementara hingga saat ini POlrestabes sudah menetapkn empat orang sebagi tersangka, yakni JS (38) dan SS (20) yang menghasut via medsos dan dua pelaku pengeroyokan yakni Tiyok (19) warga Balongsari dan Jafar (24) warga Pogot Baru. mg1

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan