SEMAMPIR : Rapat koordinasi digelar LPMK dengan menghadirkan Tim 10 dan seluruh elemen masyarakat (Nanang .P Basuki/duta.co)

KEDIRI|duta.co – Bola panas meski pelan namun dipastikan akan menggelinding ke Halaman Balai Kota Kediri, hal ini disampaikan Ketua LPMK Semampir ditemui usai rapat koordinasi bertempat di Balai Kelurahan Semampir pada Minggu (02/08). Dimana dalam rapat dihadiri para Ketua RT, Ketua RW, tokoh masyarakat, tokoh agama serta karang taruna, sepakat meminta Pemerintah Kota Kediri segera menggeluarkan kebijakan terkait akses jalan menghubungkan Jl. Medang Kamulan dan Jl. Mataraman.

Keberadaan akses jalan sepanjang 1,1 kilometer dengan luas 13 meter, dimana keberadaannya diantara PT. Gudang Garam .Tbk dan pengembangan perumahan PT. SK Bangun Persada hingga sekarang belum ada titik terang. Bahkan dalam pertemuan digelar LPMK ini, didapat penjelasan bahwa pihak pengembang telah memasang pagar terbuat dari seng yang menggelilingi sawah milik warga.

“Bahwa keberadaan jalan ini harusnya lurus dan tidak berbelok, bila kemudian PT. Gudang Garam telah memberikan akses lalu kenapa PT. SK Bangun Persada malah mendirikan pagar memakan rencana akses jalan. Lalu dalam pertemuan ini tadi, ada masukkan jika pihak pengembang memasang pagar seng. Dimana memang di dalam lahan perumahan tersebut, masih terdapat bangunan rumah dan tanah sawah merupakan SHM resmi milik warga,” ucap Ketua LPMK.

Angin segar pun telah diberikan pimpin DPRD Kota Kediri, dimana keberadaan tim 10 ini pernah menggelar audensi dengan ketua dewan, H. Gus Sunoto di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu. “Bahkan tadi seharusnya Pak Sunoto hadir, karena kami juga sampaikan undangan bukan sebagai ketua dewan. Namun sebagai tokoh masyarakat Kelurahan Semampir. Bahkan kursi untuk beliau telah kita siapkan, namun hingga selesai acara tidak ada konfirmasi kehadirannya,” terangnya.

Jalan Tembus Semampir Harus Terwujud

SEMAMPIR : Rapat koordinasi digelar LPMK dengan menghadirkan Tim 10 dan seluruh elemen masyarakat (Nanang .P Basuki/duta.co)

Mantan Ketua LPMK dan pernah menjabat Kepala Perijinan Pemerintah Kota Kediri, Drs. Puji Santoso yang juga terlibat dalam anggota Tim 10, menyampaikan apresiasi keberadaan tim ini serta dukungan dari warga Semampir. “Pertemuan ini untuk membuka jalan dari tim, agar menjadi penyemangat untuk berjuang tiada henti. Saya dulu pernah menjabat Ketua LPMK namun kandas dalam memperjuangkannya. Setelah adanya kata sepakat malam ini, diharapkan perjuangan ini tidak menyerah, sampai kapanpun jalan harus terwujud,” ucapnya.

Dia juga menjelaskan bahwa kendala di lapangan telah diatasi termasuk, pada tahun 2015 lalu dirinya bersama Imam Suhadi, saat itu menjabat anggota DPRD Kota Kediri telah melakukan sejumlah perjuangan. “Kami melakukan loby – loby, namun akhirnya kandas. Makanya dengan diketuai Pak Fajar menjadikan kami kembali semangat. Bahwa sebenarnya akses jalan ini tidak berdampak hukum, hal ini dibuktikan dengan kepemilikan lahan SHM terdapat 10 orang termasuk saya, yang kemudian secara iklas akan menyerahkan sebagian tanah untuk dijadikan akses jalan tembus,” jelas Anggota Tim 10 ini.

Sebagai penutup pertemuan, Fajar Basuko menyampaikan bahwa acara ini sebagai bentuk keterbukaan publik bagaimana perjuangan Tim 10 didukung seluruh elemen masyarakat ini demi kepentingan umum. “Bahwa LPMK berusaha mengakomodir kemauan warga dan ujung – ujungnya kebijakan berada di tangan Wali Kota. Pertemuan ini tadi kami pertanyakan apakah masih relevan dan dipegang teguh janji masyarakat menyerahkan lahannya untuk jalan? Kemudian telah terjawab. Bila sudah selesai, maka tinggal negara dalam hal ini pemerintah kota mengijinkan lahannya untuk dipergunakan kepentingan negara,” tegas Ketua LPMK. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry