Dr H Hidayat Nur Wahid alias HNW (FT/antaranews.com)

SURABAYA | duta.co —  Kekhawatiran politisi Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya atas pernyataan Faizal Assegaf yang – menyarankan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dr H Hidayat Nur Wahid (HNW), menjadi calon ketua umum PBNU – menjadi alat ‘adu domba’, tidak terbukti. Sebaliknya, balasan komentar yang muncul di twitter, justru menguatkan kedekatan kader-kader NU dengan PKS.

Awalnya, HNW menjawab pernyataan Faizal sebagai hal yang impossible alias tidak mungkin. Melalui akun twitter miliknya, HNW menegaskan bahwa setiap organisasi massa atau partai politik, itu ketuanya harus dari kader sendiri, sesuai AD/ART. Apalagi, semua mafhum, bahwa di NU ada PKPNU (Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama).  “Setiap organisasi massa atau politik, itu dipimpin kadernya sendiri, sesuai AD/ART,” demikian HNW, sebagaimana warta Galamedia, Senin 11 Oktober 2021.

Mustofa Nahrawardaya pun deg-degan. Menimpali cuitan HNW, ia memperingatkan untuk hati-hati dengan adu domba di media sosial. Ia menilai bahwa pernyataan Faizal bisa jadi merupakan sebuah adu domba. “Hati-hati adu domba melalui media sosial,” tandasnya.

Faktanya, jawaban HNW soal ‘rujukan’ AD/ART itu, mujarab mengakhiri pernyataan Faizal. Ketulusan HNW mendoakan jalanya Muktamar ke-34 NU, pun membuka diskusi baru. “Kita doakan @nahdlatululama sukses Muktamar, sukses memilih anggota terbaiknya,” pungkasnya.

Guyonan Ala NU

‘Saur manuk’ di twitter semakin menunjukkan keakraban kader-kader NU di PKS.  Adalah cuitan atas nama tuqul @I-tuqu yang ‘meledek’ jawaban HNW dengan mengatakan: “Pak @hnurwahid top wartkotop… Alhamdulillah sampun apal tahlil dan purun ziarah qubur. Alon alon sisok di lanjut qunut geh…hehehehe,” tulisnya.

HNW pun tidak kalah keren jawabnya. “Wah sampean belum tahu ya. Santri Gontor itu hapal qunut, bahkan berani jadi imam sholat jahriyah; shubuh dengan baca qunutnya. Di Pesantren Gontor juga baca qunut. Tapi saya maklum saja, krn di pesantren juga ada ungkapan ‘al insaanu a’daau maa jahilu’. Ngaji lagi yuk….,” jawab HNW.

Ada lagi cuitan @NUgarislucu. Dalam komennya @NUgarislucu menulis: “Yg nawarin @faizalassegaf sih. Coba yang nawarin saya…” tulisnya.

Jawaban HNW kali ini tak kalah lucu. “He he he, seandainya Njenengan ikut2an nawarin juga, maka jawaban saya juga sama jelasnya: ‘ngono yo ngono, ning ojo ngono’. Di Pesantren Gontor santri2 menerjemahkannya ke dlm Bahasa Arab: haa kadza ya haakadza, laakin laa takun haakadza,” jawabnya dengan menyertakan dua emoji tersenyum.

‘Dialog’ melalui akun twitter ini, justru menunjukkan kedekatan, keabraban kader-kader NU dengan PKS. “Akhirnya bukan menjadi adu domba, justru menjadi gergeran, penuh humor, persis gaya NU selama ini. Saya melihat lama-lama PKS juga pinter guyon, ha ha ha..,” demikian H Muhtazuddin, pengasuh PP Hamalatul Quran Al Manshuriyah, Jombang, Jawa Timur.  (mky)