DINASTI : Ketua Fraksi NasDem, Lutfi Mahmudiono (Nanang Priyo / duta.co)

KEDIRI | duta.co – Seperti diberitakan sebelumnya, dimana Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Kediri meminta penjelasan secara detail dan rinci atas pengunaan anggaran APBD Tahun 2019. Yaitu pada Kantor Kominfo, Dinas Pariwisata, Kantor Kesra dan keberadaan Tim Pertimbangan Percepatan Pembangunan (TP3) yang diketuai Ir. H. Sutrisno yang juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri.

Namun, rupanya tidak disambut dengan baik bahkan selama pembahasan pun Bupati Kediri, dr. Hj. Haryanti, merupakan istri Ir. Sutrisno terkesan menghindar dan menunjuk wakilnya. “Ini bentuk protes dan boikot kami kepada eksekutif, yang jelas-jelas tidak responsif terhadap usulan wakil rakyat khususnya fraksi Partai NasDem,” tegas Lutfi Mahmudiono, Ketua Fraksi NasDem saat dikonfirmasi Jumat siang.

Apalagi kalangan dewan mendapat bantahan keras dari Ketua TP3, menuding anggota dewan ini munafik dan fitnah, tentunya menjadi tantangan untuk pembuktian kebenaran terkait dana yang diserap untuk kegiatan Salat Malam mencapai 1,4milyar.

“Kemudian anggaran di Kominfo pada kisaran 4 milyar, belum di Dinas Pariwisata yang kami pertanyakan. Makanya sengaja kami tidak menghadiri saat rapat paripurna persetujuan APBD. Malah pada anggaran tahun, jumlahnya ditambahi. Padahal rincian tahun ini saja, mereka tidak mau menyerahkan,” tegasnya.

Fraksi NasDem akan menggunakan haknya dengan mengusulkan agar dilakukan audit investigasi terhadap anggaran di 4 pos pengguna anggaran itu. Yang berkeinginan kuat untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan bebas dari segala bentuk korupsi, maka kebocoran dana merupakan uang rakyat ke depannya bisa diawasi bersama. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry