SITUBONDO | duta.co – Sebagai upaya mendukung program pemerintah terkait upaya percepatan penyaluran Bantuan Sosial (Bansos), baik Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Program Bantuan Sosial Pangan (BSP) di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat seperti saat ini, Bank Negara Indonesia (BNI) telah melakukan upaya percepatan penyaluran Bansos tersebut hingga bisa di terima masyarakat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia lebih awal, Selasa (27/7/2021).

“Upaya percepatan penyaluran Bansos yang kami lakukan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden sebelumnya dan hasil Rapat koordinasi tingkat menteri yang dipimpin Menko Maritim dan Investasi pada 22 Juli yang lalu”, ujar Royke Tumilaar Direktur Utama BNI seusai memimpin meeting virtual dengan seluruh Pemimpin Kantor Wilayah dan Cabang BNI beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Royke Tumilaar Direktur Utama BNI menambahkan, BNI dengan seluruh jajarannya baik ditingkat wilayah maupun Kantor Cabang sudah siap bahu membahu mempercepat pencairan Bansos PKH, Program Sembako maupun Program Pemerintah lainnya.

Dari Kementerian Sosial RI, saat ini BNI Kantor Cabang Situbondo diberikan tugas untuk menyalurkan Program Sembako kepada 57.847 KPM dengan Total Dana sebesar Rp. 11,569 Milliar dan Bansos PKH kepada 36.855 ribu KPM dengan Total dana sebesar Rp. 24,781 Milliar. ”Saat ini semua dana tersebut telah langsung disalurkan kepada rekening dan Wallet KPM sesuai peruntukannya” jelas Adi Priambodo, Pemimpin BNI Kantor Cabang Situbondo.

Berkoordinasi dengan pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota, Dinas Sosial, Satgas Covid-19, Aparat Keamanan dan Pendamping Bansos, BNI telah melakukan upaya percepatan pencairan dengan berbagai cara, diantaranya memberikan informasi kepada KPM untuk segera mencairkan seluruh Bansos yang telah diterima yaitu Program sembako/BPNT dalam tiga tahap sekaligus, yaitu Tahap VII, VIII dan IX dan Bansos PKH satu tahap.

Sedangkan, upaya lainnya yakni mengingatkan e-Warong atau Agen46 penyalur Bansos untuk memastikan stock sembako telah tersedia dengan harga wajar, memastikan kesiapan mesin EDC pada e-warong atau Agen46, memastikan ATM BNI diseluruh Indonesia bisa beroperasi 24 jam dengan stock uang yang selalu terjaga serta mengingatkan untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan Covid-19 yakni 3 M saat KPM bertransaksi di e-Warong atau Agen46 maupun di ATM.

Lebih lanjut, Adi Priambodo mengatakan bahwa, pihaknya telah menyiapkan 254 Agen46 e-Warong atau Penyalur Bansos dan lebih dari 24 mesin ATM yang bisa digunakan sebagai tempat transaksi Bansos oleh KPM. “Kami menghimbau kepada seluruh KPM penerima Bansos untuk segera mencairkan semua Bansos yang sudah masuk rekening atau wallet masing-masing yaitu Program Sembako yang sudah masuk dalam tiga tahap dan atau Bansos PKH yang sudah masuk satu tahap. baik di e-warong atau Agen46 maupun ATM BNI yang tersebar diseluruh wilayah kerja BNI Kantor Cabang Situbondo,” pungkas Adi Priambodo menutup pembicaraan.

Tentang Penyaluran Bansos tahun 2021, BNI Kantor Cabang Situbondo telah menyalurkan dana Bansos PKH senilai Rp. 24,781 Milliar kepada 36.855 ribu KPM dengan angka penyerapan 99,1% dan Program Sembako senilai Rp. 10,983 Milliar kepada 57.847 KPM dengan angka penyerapan 95 % dengan sebaran KPM di 17 Kecamatan se Kabupaten Situbondo, dalam fungsinya sebagai Agent of Development, bersama dengan Bank Himbara, BNI sejak awal siap mensuskseskan penyaluran Bansos Kemensos terlebih di masa PPKM Darurat seperti saat ini.

Upaya percepatan penyaluran Bantuan Sosial serta Program Pemerintah lainnya yang dilakukan BNI ini merupakan bentuk sumbangsih dan kepedulian BNI mengingat dalam masa PPKM seperti saat ini, masyarakat diminta untuk tinggal di rumah, maka percepatan penyaluran bantuan sosial menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam strategi pemerintah menanggulangi pandemi COVID-19. (her)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry