SURABAYA I duta.co – Bakal calon wakil wali kota (Bacawawali) Surabaya Mujiaman Sukirno terus bergerak mengetahui berbagai persoalan di kota tercinta ini dan mendengarkan suara masyarakat. Mantan Dirut PDAM Surya Sembada Kota Surabaya tak luput blusukan ke pasar Dupak Bandarejo dan Pasar Loak di Jalan Dupak Rukun.

Di kedua pasar itu Mujiaman mengajak para pedagang dan pembeli mengikuti protokol kesehatan, sekaligus membagikan masker. Bahkan lulusan sarjana ITS ini tidak ragu memakaikan masker pada mereka yang lanjut usia.

Mujiaman mengatakan, jika ingin memakmurkan masyarakat Surabaya, maka kuncinya di pasar. Pasar Loak merupakan pasar legendaris yang menjual barang-barang bekas. Tapi miris kondisinya tidak layak digunakan oleh para pedagang.

Mulai dari bentuk fisik yang usang dengan atap seng yang berlubang, kemudian kondisinya yang kotor, hingga kapasitas yang minim membuat banyak pedagang ngemper di pinggiran jalan.

“Kita harus melayani mereka dengan fasilitas yang menunjang. Bayangkan fasilitas air saja tidak ada saya minta maaf. Orang-orang ini tidak minta AC dan fasilitas apa-apa, tapi pemerintah yang harus memberi fasilitas yang layak agar usahanya lebih lancar dan aman,” kata Mujiaman saat blusukan ke Pasar Loak.

Ia mengatakan, perbaikan pasar ini sangat penting karena pasar menjadi tempat perputaran ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu perbaikan fasilitas pasar harus dilakukan agar dapat meningkatkan kunjungan pembeli dan memberikan kenyamanan bukan hanya pada pedagang tapi juga masyarakat.

“Pasar itu pusatnya kehidupan warga kita, mereka tidak menuntut apa-apa, namun harus dilayani dengan baik dengan memberikan fasilitas yang nyaman baik untuk pedagang maupun pembeli,” ujarnya.

Mujiaman memandang, pemerintah harus memberikan tempat yang layak kepada warganya, terutama mereka yang berjualan di pasar. Tujuannya adalah agar usaha yang dijalankan lancar dan aman. “Taman kita rawat, pasar kita perbaiki, pasar harus menjadi terbaik di Indonesia. Mereka ingin sehari-hari tidak pernah putus, jangan dibongkar dan diusir tapi diperbaiki agar lebih layak dan nyaman, kalau memakmurkan Surabaya pasar adalah kuncinya,” ucapnya.

Di lokasi pasar, Mujiaman mendapati banyak pedagang pasar dan pengunjung tidak memakai masker. Mujiaman mengajak para pedagang dan pembeli untuk mematuhi protokol kesehatan mengunakan masker, dirinya pun membagi-bagikan masker kepada mereka. Bahkan tanpa sungkan memakaikan masker kepada mereka yang sudah tua.

“Bapak ibu covid itu benar-benar ada, jangan lupa pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak,” tandas Mujiaman yang setiap blusukan mematuhi protokol kesehatan tidak hanya memakai masker, bahkan juga face shield dan sarung tangan. (azi)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry