Keterangan foto/rmol.id

SOLO | duta.co – Meski doa bisa dilakukan jarak jauh, dari mana saja, silaturrahim memang tidak boleh putus. Pertemuan terbatas dengan cara jaga jarak guna menghindari penyebaran virus corona, harus dilakukan.

Itulah ‘penampakan’ suasana tahlil di rumah duka, ibunda Presiden Jokowi, almarhumah Sudjiatmi Notomihardjo, di kediaman Jalan Plered Raya, Sumber, Banjarsari, Solo, Jumat (27/3) malam. Hadiri yang datang diberikan kursi berjarak satu meter ke semua arah.

Presiden Jokowi tampak hadir dalam acara tahlil yang sederhana itu. Tidak ada yang berebut salaman, juga tidak ada berjubel-jubel. Semua mengambil jarak. Hampir semuanya bermasker.

Dilansir dari Kantor Berita RMOLJateng, Presiden Jokowi tiba di Kota Surakarta sekira pukul 18.23 WIB. Acara tahlilan dan doa bersama yang dipimpin oleh KH Abdul Karim (Gus Karim), pengasuh Pondok Pesantren Al-Qur’aniyy.

Kegiatan tahlil hari kedua tersebut digelar secara terbatas untuk menghindari adanya kerumunan massa. Nampak hanya dihadiri oleh keluarga Presiden dan sejumlah santri dari Pondok Pesantren Al-Qur’aniyy.

Seperti diberitakan, selepas mengantarkan almarhumah menuju tempat peristirahatan terakhirnya, kepala negara tidak mengikuti acara tahlilan dan doa bersama keluarga.

Saat itu, Presiden langsung bertolak menuju Istana Kepresidenan Bogor untuk mengikuti KTT Luar Biasa G20 bersama sejumlah pemimpin dunia melalui telekonferensi membahas penanganan pandemi Covid-19.

Suasana ini bisa menjadi Standard Operating Procedure (SOP) bagi siapa saja yang ingin mengelar acara dan tidak bisa ditunda. Sebab, tidak sedikit acara yang sudah terjadwal, seperti resepsi pernikahan. Hanya saja, Pemprov Jatim lebih menekankan pembatalan resepsi penikahan, karena lazimnya acara yang melibatkan banyak orang ini, sulit untuk diatur prosesinya. (mky,rmol.id)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry