SIDARJO | duta.co – Listrik padam. Lumayan lama. Tepatnya, Kamis malam Jumat (3/7/25), di kawasan Perum Graha Permata Sidorejo Indah (GPSI) Desa Sidorejo, Kecamatan Krian, Sidoarjo. Kondisinya gelap gulita. “Tidak biasany. Dan ini lumayan lama. Sudah begitu bersamaan dengan hujan,” demikian warga GPSI yang tengah mengikuti ‘ngaji’ tahlil kematian di RT-51, RW-10 GPSI.

Pagi harinya. Spanduk PLN terpampang di jalan masuk GPSI. Isinya, ‘Bahaya, (kalau sampai) Layang-layang hinggap di tiang listrik. (Ini) Bisa Jadi Pemicu Pemadaman,” begitu bunyi spanduk PLN bergambar anak-anak main layang-layang di tengah tegangan tinggi PLN.

Petugas PLN memang tengah gerilya melihat jaringan yang ada. “Kami menghimbau agar yang bermain layang-layang dijauhkan dari lokasi jaringan listrik. Terlebih lagi selama berlangsungnya acara konferensi perubahan iklim di Bali. Agar pasokan listrik tetap berlangsung aman,’ ujar petugas PLN.

Menurutnya, belakangtali pengatur dan pengendali ketinggian layang-layang umumnya mengandung unsur besi. Sehingga jika menempel pada kabel atau jaringan listrik akan bersifat sebagai konduktor. Jika menempel pada dua buah kabel jaringan listrik maka bisa membuat terjadinya gangguan. Bahkan bisa membuat jaringan trip atau terhenti pasokannya.

“Mengingat selama ini kebutuhan listrik di Bali juga dipasok dari pembangkit listrik di kawasan Paiton, Jatim, maka himbauan agar tidak bermain layang-layang bukan hanya untuk di daerah pulau Bali saja. Namun juga untuk masyarakat yang berada di sepanjang jaringan listrik di sebalah timur Piton hingga lokasi ke barat,” tegasnya. (mky)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry