Walikota Risma jadi 'Polantas'. Ft/youtube)

SURABAYA | duta.co – Casing Kota Surabaya, memang hebat. Pencitraannya ‘kebat kliwat’. Tetapi, jangan tanya, berapa banyak warga Surabaya yang ‘ngelus dada’, lantaran buruknya layanan publik. Dari puluhan ribu ‘korban’ surat ijo, sampai problem (hukum) tanah yang, terpaksa harus terlunta-lunta.

“Saya dua tahun berkirim surat ke Pemkot, dan baru kemarin, dijawab. Sudah begitu (jawabannya) tidak nyambung lagi,” demikian disampaikan Drs Choirul Anam (Cak Anam), yang merasakan betapa buruk layanan publik Kota Surabaya, kepada duta.co, Selasa (14/1/2020).

Udi Laksono, warga Gubeng Klisingan, Surabaya, juga menemukan fakta yang sama. Sebagai aktivis anti-korupsi di Surabaya Coruption Watch Indonesia (SCWI), Udi bermaksud mengirim surat perihal tanah ASTRANAWA kepada Dinas Pengelolaan Bangunan Dan Tanah Kota Surabaya.

Kemarin, jelas Udi, pihaknya menerima surat balasan (tertanggal 10 Januari 2020), dari dinas tersebut. “Alih-alih mendapat jawaban yang memuaskan tentang status tanah dan bangunan di atasnya. Dinas Pengelolaan Bangunan Dan Tanah Kota Surabaya justru minta saya berkirim surat ke PPID Kota Surabaya,” jelas Udi kepada duta.co di tempat terpisah, sambil tersenyum.

Padahal, lanjutnya, jawaban Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) itu, sudah bisa diprediksi. Karena hal yang sama sudah ditanyakan kepada PPID yang notabene di bawah Dinas Kominfo. Jawaban Dinas Komunikasi dan Informasi, itu justru kembali ke Dinas Pengelolaan Bangunan Dan Tanah Kota Surabaya.

“Surat Saudara sudah ditanggapi oleh Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pengelolaan Bangunan Dan Tanah Kota Surabaya. Muter terus. Lucu kan! ini ‘Brirokrasi Srimulat’. Jadi, saking sibuknya Bu Risma (Walikota) atur lalu lintas, sehingga yang demikian dianggap tidak penting,” jelas Udi.

Ditanya apakah dirinya akan berkirim surat ke PPID sesuai saran Dinas Pengelolaan Bangunan Dan Tanah Kota Surabaya ? Udi menjawab ‘belum tahu’. “Jangan-jangan nanti jawabannya sama: Surat Saudara sudah ditanggapi oleh Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pengelolaan Bangunan Dan Tanah Kota Surabaya,” ujarnya serius. (mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry