Tri Devi Wulan – Dosen Prodi S1 Sistem Informasi Fakultas Teknik

BIOMETRIK adalah pengukur karakteristik pembeda pada badan atau perilaku seseorang. Ini digunakan untuk melakukan pengenalan secara otomatis terhadap identitas orang tersebut, dengan membandingkan karakteristik sebelumnya yang telah tersimpan pada database.

Pengenalan biometrik adalah    karakteristik khusus dan terukur yang digunakan untuk menggambarkan individu. Secara umum pengenalan biometrik dibedakan menjadi dua yaitu karakteristik fisik dan perilaku.

Karakteristik fisik terkait dengan bentuk tubuh. Misalnya sidik jari, urat nadi, pengenalan wajah, DNA, telapak tangan, geometri tangan, pengenalan iris, retina, dan bau (komposisi kimia) dari keringat tubuh.

Sedangkan untuk karakteristik perilaku terkait dengan pola perilaku seseorang, gaya berjalan, tanda tangan dan suara.

Khusus untuk suara, lebih tepat disebut sebagai karakteristik gabungan, karena suara dibentuk berdasarkan karakter fisik yaitu bagian fisik tubuh manusia yang memproduksi suara dan karakteristik perilaku yaitu cara atau logat seseorang dalam berbicara.

Sistem pengenalan diri menggunakan biometrik bertujuan untuk meningkatkan keamanan sistem sehingga sistem mampu  mengenali identitas secara tepat. Sistem ini akan mencari dan mencocokkan identitas seseorang dengan basis data acuan yang telah disiapkan sebelumnya.

Contohnya sistem pengenalan pelaku kejahatan menggunakan sidik jari. Berdasarkan sidik jari pelaku kejahatan, sistem secara otomatis akan mencari identitas pelaku pada basis data penduduk yang telah dimiliki.

Sebelum teknologi biometrika, pengenalan identitas dilakukan dengan menggunakan metode konvensional (sistem tradisional). Metode tradisional ini masih digunakan secara luas sampai saat ini di berbagai bidang aplikasi.

Sistem tradisional tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu berdasarkan sesuatu yang diketahui dan berdasarkan sesuatu yang dimiliki. Pengenalan identitas berdasarkan sesuatu yang dikatahui seperti, penggunaan PIN dan Password.

Sedangkan pengenalan identitas berdasarkan sesuatu yang dimiliki, seperti penggunaan kartu dan kunci. Beberapa kelamahan dalam penggunaan kartu dan kunci antara lain dapat hilang atau dicuri, dapat digunakan bersama dan dapat diduplikasi.

Penggunaan PIN dan password juga menimbulkan beberapa masalah antara lain tidak ingat, dapat digunakan secara bersama-sama dan dengan menggunakan algoritma atau aplikasi yang dapat membobol PIN dan password.

Password mungkin dapat dibuat lebih panjang dan jumlah variasi yang banyak agar sulit ditebak, namun semakin rumit password yang dibuat maka semakn susah dalam mengingat password tersebut.

Di sisi lain pengguna dapat memiliki banyak aplikasi yang membutuhkan PIN dan password yang berbeda untuk masing-masing aplikasi. Sedangkan menggunakan PIN dan password yang sama untuk berbagai aplikasi sangat tidak aman.

Berbagai kelemahan dari sistem tradisional tersebut menjadi pemicu berkembangnya sistem biometrika. Pada sistem biometrika yang menggunakan karakteristik tubuh atau perilaku, kelemahan-kelemahan dari sistem tradisional dapat teratasi.

Misalnya, pada sistem pengenalan berbasis biometrika sidik jari, sulit untuk dilakukan duplikasi atau pemalsuan, tidak mungkin digunakan secara bersama-sama, dan juga tidak mungkin terlupakan.  Dibalik teknologi yang ditawarkan, sistem biometrik memiliki tingkat kerumitan yang jauh lebih tinggi dari sistem tradisional, seperti perancangan piranti keras, teknik analisa, pengenalan pola, komputasi cerdas, serta teknik pemrograman komputer.

Perkembangan terbaru dari teknologi biometrik adalah munculnya teknologi biometrik kognitif yaitu teknologi biometrik yang didasarkan pada tanggapan spesifik otak manusia sebagai pemicu agar komputer melakukan pencarian data pada database. Teknologi ini menggabungkan persepsi manusia dengan suatu database pada komputer melali suatu antar muka. *

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry