KOLEKSI BARU : Nur Aini Madjid ditengah koleksi baju Hijrah Series yang diluncurkan Laksmi pada akhir tahun 2029 ini. (duta.co/dok)

SURABAYA  | duta.co – Nama Laksmi bukanlah brand baru di dunia fashion. Dibalik berdirinya Laksmi, terdapat sosok Nur Aini Madjid atau yang lebih dikenal dengan nama Nungki. Kiprahnya dimulai sejak tahun 2007, di mana fokusnya masih kepada rancangan kebaya umum.

Sekarang, semua rancangan kebaya Laksmi ditujukan untuk wanita muslimah berhijab. Dengan harapan bisnisnya ini bisa membantu para wanita muslimah yang tetap tampil cantik dan elegan di hari pernikahan tapi tetap Syari.

Pada akhir tahun 2019 ini, Laksmi  meluncurkan 13 busana pengantin Hijrah Series. Dimana semua busana yang diciptakan dengan konsep syari dengan disain trendy menggunakan kain impor dari Dubai sehingga tampilan tetap elegan, tidak berat sebagaimana kebanyakan busana pengantin.

Nungki menambahkan pada akhir tahun 2019 ini Laksmi kembali menyempurnakan per]aanan hijrah meluncurkan koleksi busana khusus penganti syari.

“Laksmi ingin membantu setiap perempuan di dunia menjadi seorang istri shalehah di hari pertama mereka, dengan menghadirkan busana pengantin Hijrah Series yang dibuat khusus dari segi bahan, desain dan proses.”

 Lebih lanjut Nungki menambahkan  Laksmi ingin menghadirkan busana yang tetap terkesan cantik, mewah, simple dar elegant namun juga disesuaikan dengan aturan berpakaian dalam Islam.  Kebutuhan  busana pengantin syai terus meningkat seiring makin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga semua kegiatan dan aktivitas sesuai syari.

“Ini peluang bagi kami, Laksmi untuk makin mterus menyempurnakan disain baju pengantin dalam setiap peluncurannya. Kita meluncurkan  setahun empat kali. Dalam setiap tiga buan kita keluarkan produk baru yang sesuai trend dan ergonomis tubuh wanita Indonesia,” jelas Nungki.

Nungki menambahhkan dalam peluncurkan produk kali ini Laksmi menggunakan teknoloi baru Elsitex yang lebih presisi. Dimana  pola cutting-nya bisa diduplikasi 1-5 unit. Selama ini custom baju pengantin Laksmi satu model untuk satu unit.

“Sementara dalam setiap produk yang diluncurkan ternyata banyak peminatnya sehingga sampai rebutan. Atas dasar itulah, baju pengantin Laksmi kini bisa duplikasi sampai 5 unit. Kita juga yang pertama yang mampu menyewakan busana pengantin di seluruh Indonesia dan luar negeri tanpa jaminan. Harganya juga terjangkau mulai Rp 3 juta sampai Rp 10 juta per potong,” jelasnya.

Nungki lebih lanjut menambahkan untuk memudahkan calon pengantin yang dari luar kota dan luar negeri, Laksmi menyediakan konsultan wedding yang akan memandu mengukur baju yang akan dikenakan. Dengan demikian, baju yang nanti diproduksi tetap custom dan sesuai ukuran pengantin.

“Laksmi tidak membebani jaminan dari sewa baju. Meski tidak pakai jaminan, tidak ada baju yang tidak dikembalikan. Penyewa atau pembuat baju bisa diseluruh Indonesia termasuk luar negeri. Busana pengantin bukan konveksi perlu penanganan khusus sesuai ergonomis tubuh Indonesia.

Potongan syari seperti terowongan, tidak ada jahitan dan lekukan tubuh seperti daster,” ujarnya.

Nungki menambahkan alasan kenapa memilih bahan kain impor dari Dubai karena jenis lace yang dipakai tidak bisa ditemukan di Indonesia. Karena kainnya sudah ada kristalnya sehingga tinggal menambhkan payet dan swaroswski ,” tegasnya.

Disinggung warna yang banyak digunakan trend saat ini yakni rose gold, ice grey dan untuk rend tahun 2020 trend warna olive.  Rencana kedepan, Laksmi berencana membuka butiknya di Jakarta pada awal tahun 2020 karena banyaknya permintaan.

“Buka butik di Jakarta merupakan tantangan. Selama ini setiap bulan pasti ada kiriman baju pengantin untuk pasar Jakarta “. (imm)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry