FOTO BARENG. Ning Ita didampingi Kepal Dinas P dan K Ruby Hartoyo (kiri) dan Narasumber Hanes Hery Pujianto (kanan) foto bareng peserta Bimtek. (DUTA.CO/YUSUF W)

MOJOKERTO | duta.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Jenjang Taman Kanak-kanak (TK) di Aula SMPN 4 Kota Mojokerto, Jalan Lombok No. 11.

Bimtek terkait Penerapan Pembelajaran Berbasis Artificial Inteligence (AI) untuk Meningkatkan Kompetensi Guru. Bimtek dilaksanakan selama dua hari, Senin – Selasa (26-27/5/2025).

Bimtek ini menghadirkan narasumber dari Pengolah Data dan Informasi Balai Besar Guru TK Provinsi Jawa Timur Hanes Hery Pujianto.

Wali Kota Mojokerto Ning Ita menandaskan, guru TK merupakan bagian dari garda terdepan Pemkot Mojokerto untuk melaksanakan tugas dan fungsi urusan wajib layanan dasar bidang pendidikan yang menjadi tugas pemerintah daerah yang dideligasikan secara penuh dari pemerintah pusat.

“Bimtek ini sangat tepat karena sedang dilakukan transformasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menuju Pemerintahan Digital (Pemdi) yang akan mulai diterapkan di tahun 2026,” ujarnya, Senin (26/5/2025).

Meskipun Pemdi masih akan dimulai pada tahun depan, namun Pemkot Mojokerto sudah mendapatkan sosialisasi dan pendampingan dari pemerintah pusat.

“Kita curi start lebih awal sebagai wujud komitmen Pemkot Mojokerto yang ingin menjadi terdepan dalam memberikan pelayanan,” tandasnya.

Menurut wanita pertama yang menjabat sebagai Wali Kota Mojokerto ini, GTK TK adalah pelaksana di tingkat grass root (akar rumput), khususnya urusan wajib layanan dasar bidang pendidikan.

“Artinya, para generasi penerus bangsa sudah harus dipersiapkan sejak dini untuk mengenal teknologi melalui AI,” katanya.

Sedangkan Kepala Dinas P dan K Kota Mojokerto Ruby Hartoyo menjelaskan, Bimbel diadakan agar guru dan tenaga kependidikan dapat belajar menggunakan AI secara terarah dan menarik, sehat dapat dipergunakan dalam pembelajaran di satuan pendidikan.

“Sasarannya adalah guru dan tenaga kependidikan pada jenjang TK, baik negeri maupun swasta, se-Kota Mojokerto,” katanya.

Manfaat dari kegiatan ini, baik guru maupun tenaga kependidikan dapat lebih mudah dan optimal dalam menyampaikan materi kepada siswa.

“Peserta sebanyak 70 orang yang terdiri dari guru dan tenaga kependidikan dari TK Negeri dan TK Swasta se-Kota Mojokerto,” ujarnya.(ywd)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry