SIDOARJO | duta.co – Apa yang bisa kita suguhkan untuk ahli kubur? Hanya do’a! Menjelang Ramadhan 1447 H/2026 M, puluhan warga RW-10 dan RW 12 Madubronto Desa Sidoarjo Krian, Sidoarjo menggelar tahlil atau doa bersama ahli kubur di depan makam Graha Permata Sidoarjo Indah (GPSI).

“Di tengah kesibukan dunia, kita sisihkan waktu sebentar saja untuk bisa tilik lokasi dan kirim doa bersama jelang Ramadhan, utamanya di depan makam secara bersama (jam’ul Jawami’), semoga kekhilafan ali kubur kita diampuni Allah SWT,”  demikian Ust Musta’in, Sekretaris RW 10 yang kebagian memimpin tahlil.

Hal yang sama disampaikan Ketua RW 10 Mokhammad Kaiyis. Menurutnya, perlu membuat titik kumpul, titik temu secara rutin (istiqomah) jelang Ramadhan. Ini karena pada hakekatnya para ahli kubur yang ada di pemakaman ini, tidaklah mati,

“Hanya jasad, raga yang ada di sini. Jasad bisa jadi rusak. Tapi, kalau kita istiqomah menggelar doa bersama dengan titik temu yang sama, Insyaallah ruh ahli kubur kita denga bangga, senang hati memperoleh kiriman doa-doa kita, mendapat ampunan Allah SWT atas segala khilafnya,” tegas Kaiyis.

Dalam kesempatan itu hadir Ketua RW 12 Sunaryo. Pun Ust H Bona Teguh, pengasuh sinoman, berharap agar kebiasaan tersebut juga bisa menjadi wahana saling memberi masukan (sharing) terkait pembenahan makam. “Kemarin kondisi makam tenggelam, kini sudah kering, Alhamdulillah. Ini membutuhkan jalan keluar bagaimana makam bisa terus kering,” tegasnya.

Menurut Abah Bona, panggilan akrabnya, bagaimana kalau ke depan di dalam makam dibuat resapan, sehingga air berkumpul dalam satu titik dan mudah kita atasi. “Kalau tidak kita yang bergegarak, siapa lagi. Karena semakin hari ahli kuburnya di sini semakin banyak jumlahnya. Semoga kita bisa memberikan yang terbaik untuk warga,” pungkasnya. (*)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry