OPENING: Pemilik Indah Bordir, Laila Cahyawati (kerudung orange) memotong tumpeng pada opening Indah Bordir di jalan MERR Rungkut Surabaya. (duta/dok)

SURABAYA |duta.co –Ditengah banyaknya industry ritel yang tutup pada tahun 2018 lalu dan diprediksi bakal berlanjut tahun ini, bagi Indah Bordir justru sebaliknya. Ritel fashion yang menyediakan kebutuhan pakaian muslim, batik, tas, baju dan asesoris justru menambah jaringan ritelnya dengan membuka gerai ketiga di Jalan Dr. Ir. Soekarno, MERR Rungkut, Surabaya.

Langkah yang dilakukan Indah Bordir cukup berani karena segmentasi pasar yang dibidik jelas yakni semua pasar mulai low sampai high diperkuat dengan kelengkapan produk fashion yang ditampilkan di masing-masing gerai. Wajar setelah buka di Ngagel Jaya Selatan, Indah Bordir berani mebuka gerai ketiganya di Surabaya tepatnya di jalan MERR membidik pasar Surabaya Timur dan sekitarnya.

Pemilik Indah Bordir, Laila Cahyawati mengatakan, dibukanya gerai ketiga tersebut didasari kebutuhan pakaian muslim dan batik yang sampai saat ini masih terus dicari. Berkaca pada dua gerai sebelumnya yakni di Sidoarjo dan Jalan Ngagel Surabaya, di mana animo masyarakat di kedua gerai tersebut tiap tahunnya terus meningkat.

“Untuk itu, agar bisa menjangkau konsumen lebih luas dan memenuhi kebutuhan fashion muslim dan batik terutama, kami menambah cabang ketiga,” katanya usai peresmian gerai Indah Bordir cabang ketiga di Jalan Dr. Ir. Soekarno Surabaya, Sabtu (26/1/2019).

Laila menjelaskan di tiap-tiap cabang Indah Bordir membidik konsumen yang berbeda-beda. Misal cabang di Jalan Ngagel Surabaya membidik konsumen yang lebih membutuhkan pakaian muslim.

“Karena di sana memang 75 persen kebutuhan yang disediakan ialah pakaian muslim. Sedangkan di cabang ketiga ini lebih banyak ke batik,” jelasnya.

Sementara cabang di Sidoarjo menyediakan semua kebutuhan fashion sekaligus cabang utama cikal bakal Indah Bordir berdiri. Namun mayoritas konsumen ialah para rombongan baik di sekitar wilayah Indah Bordir maupun luar kota.

“Karena kalau cabang di Sidoarjo sudah menjadi jujugan pariwisata bagi masyarakat luar Sidoarjo baik untuk oleh-oleh maupun lainnya,” tambahnya.

Laila menambahkan, untuk pasokan (supply) pakaian muslim maupun batik yang disediakan Indah Bordir, pihaknya menggandeng lebih dari 100 mitra baik home industri maupun pabrikan. Sistem antara Indah Bordir dengan para supplier ialah beli putus bukan titip. Dalam artian sekali melakukan transaksi agar tidak ada beban satu sama lain.

“Dulu memang pemasoknya banyak yang home industri atau tradisional terutama pakaian bordir. Namun, sekarang kan bordir lama jadi ada beberapa yang langsung barang jadi dari pabrikan. Beli barangnya sistem beli putus supaya sama-sama tidak ada beban,” papar Laila.

Meski begitu, lanjut Laila, kebutuhan fashion di Indah Bordir selalu mengikuti tren yang ada di pasaran agar bisa menggaet minat konsumen sekaligus membuat konsumen bisa melakukan repeat order.

“Kalau tidak begitu bisa ketinggalan seperti kebaya brokat untuk pergi kondangan dibuat sederhana namun elegan,” imbuhnya.

Ditanya kemungkinan buka gerai keempatnya, Laila belum mau menjelaskan karena pembukaan gerai disesuaikan dengan kebutuhan serta kesuksesan cabang yang sudah ada. Bila omset bagus, bukan tidak mungkin akan buka cabang selanjutnya di tempat yang belum bisa dipastikan saat ini. (imm)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.