EDUKASI: English First menggelar talkshow tema " How to Help Your Kids Learn English" menghadirkan psikolog Roslina Verauli dan brand ambassadors EF, pasangan selebriti Donna Agnesia-Darius Sinathrya. (duta.co/dok)

SURABAYA | duta.co- English First (EF) sosialisasi dan edukasi di pusat perbelajaan dengan menggelar talkshow mengusung tema ” How to Help Your Kids Learn English” menghadirkan psikolog Roslina Verauli, brand ambassadors EF, pasangan selebriti Donna Agnesia-Darius Sinathrya.

Roslina Verauli  mengatakan untuk optimalisasi penyerapan bahasa asing pada anak diperlukan komitmen, konsistensi, dan system support dari lingkungan sekitar anak.

“Stimulasi hal mendasar merangsang kecakapan berbahasa asing pada anak. Stimulasi tersebut terdiri atas Respon bunyi-bunyi dari bayi dengan kata, beri komentar terhadap yang dilihat anak, bermain social games, libatkan anak bermain pura-pura, dan libatkan anak pada percakapan keseharian,” kata Vera.

Vera menambahkan, perkembangan teknologi, anak-anak sekarang pun sudah mulai mengenal gadget sebagai salah satu jalur edukasi komunikasi mereka. Namun, hal tersebut harus tak lepas dari lingkungan.

“Permasalahan bicara lamban itu terpengaruh dari tumbuh kembang anak tersebut. Untuk kemampuan berbahasa anak juga tak harus menunggu bahasa dari si orang tua terutama ibu. Terutama di usia 6 tahun merupakan penyerapan bahasa kepada anak. Hal ini juga tak lepas dari pengawasan dan bimbingan, sayangnya untuk edukasi menggunakan gadget tersebut hanya bersifat satu arah, jadi tak bisa maksimal hasilnya,” jelas Vera.

Sementara itu, Donna Agnesia dan Darius Sinathrya menceritakan pengalamannya menerapkan cara berkomunikasi kepada tiga anaknya yang sudah biasa menggunakan bahasa asing di kesehariannya.

“Kami selalu stimulasi anak-anak kami melalui berbagai metode. Diantaranya mengajak berkomunikasi bahasa Inggris di rumah, hingga bermain. Lama kelamaan mereka terbiasa menggunakan bahasa Inggris dengan baik,” tandas Donna.

Hal tersebut, lanjut Donna, tak mungkin mencapai hasil maksimal jika tanpa adanya hal yang mensupport dari lingkup luar rumah. “Keterbatasan waktu, sebagai orang tua mempercayakan EF sebagai partner dalam mendidik anak-anak kami untuk berbahasa Inggris sejak tahun 2012 lalu. Sebab EF sendiri menekankan kurikulum yang konsen pada perkembangan bahasa anak secara individu,” jelas Darius. (imm)

 

 

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan