MALANG | duta.co – Kesetaraan gender bukan sebagai hal persaingan. Namun, persoalan tersebut lebih mengarah pada sebuah warna dan memerlukan sentuhan untuk diselaraskan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Jawa Timur, Arumi Elestianto Dardak saat menjadi narasumber dalam Talkshow Korps PMII Putri (KOPRI) di Gedung Usman Mansyur Universitas Islam Malang (Unisma), Rabu (27/11) petang.

“Akselerasi ini harus berjalan bersama, bukan untuk menjadi saingan atau egoisme semata, namun kontribusi perempuan dalam berbagai bidang memberikan sentuhan-sentuhan yang berbeda,” ungkap istri Wagub Jatim Emil Elistianto Dardak.

Menurut Arumi, perempuan di era saat ini sesungguhnya memiliki kesempatan untuk berperan lebih dalam pada sebuah kelembagaan. Dirinya mencontohkan bagaimana Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berhasil menjadi Gubernur wanita pertama di Jawa Timur. Kehadiran perempuan di dalam suatu kelembagaan atau pemerintahan sesungguhnya memberikan sentuhan-sentuhan khas dan warna yang berbeda.

“Kepemimpinan yang tidak menerima masukan dari perempuan biasanya menjadi lebih otoriter,” tambah Arumi yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Timur ini.

Perlu Proses Adaptasi

Sebagai wakil dari salah satu organisasi masyarakat yang sering bersinggungan langsung dengan perempuan, Arumi menjelaskan bahwa dirinya masih sering menjumpai berbagai permasalahan dalam upaya penyetaraan gender. Mulai dari pandangan atau struktur budaya di masyarakat, rendahnya akses yang diterima perempuan dari pada laki-laki, hingga masih rendahnya pemahaman masyarakat khususnya laki-laki terhadap kesehatan perempuan di keluarga yang perlu perhatian serius.

Ia menambahkan, bahwa masih banyak orang melihat persoalan sensitifitas perempuan adalah sebuah kekurangan. Kebanyakan orang masih belum memahami bahwa rasa sensitif yang dimiliki perempuan bisa menjadi sesuatu yang positif dalam pekerjaan.

Arumi mencontohkan, bahwa karyawan perempuan di bidang kepegawaian akan lebih sensitif terhadap psikologis karyawannya. Hal tersebut tentunya akan memberikan kesan nyaman karena mendapat perhatian.

Oleh sebab itu, dirinya mengajak semua peserta talkshow yang mayoritas adalah mahasiswi itu untuk tetap semangat dalam melakukan aktualisasi diri terlepas dari siapapun dan apapun profesinya.

“Kebebasan berpendapat dan berpartisipasi dalam memimpin itu juga dimiliki oleh perempuan. Jangan salah ya. Kita punya kesempatan yang sama. Tentu, perlu proses dan adaptasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Talkshow yang bertajuk “KOPRI Being Inspiration For Women” ini bertujuan untuk menggenjot semangat kader Kopri PMII untuk mengambil peran dalam berbagai sektor. Sebagai narasumber hadir yakni Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Timur Arumi Emil Elestianto Dardak, Koordinator AMSI Jawa-Bali-Nusa Yatimul Ainun, dan Ketua Kopri PMII Jawa Timur Dini Adhiyati. (ud)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry