

BERBAGAI faktor berpengaruh terhadap pola dan perilaku konsumsi buah dan sayur di masyarakat. Vereecken et al. (2004) menyatakan bahwa ketika anak memasuki usia sekolah, anak mulai mendapat pengaruh dari lingkungan luar, seperti master, teman sebaya dan satu grup, orang lain di sekolah, dan juga adanya pengaruh dari media.
Pengaruh tersebut dapat dikelompokkan ke dalam faktor inner dan eksternal. Faktor inside terdiri atas faktor-faktor yang berpengaruh positif dan negatif terhadap konsumsi buah dan sayur yang berasal dari pengetahuan dan sikap.
Faktor eksternal merupakan peluang dan hambatan yang berpengaruh terhadap konsumsi sayuran dan buah yang berasal dari luar diri seperti ketersediaan pangan buah dan sayur, pendidikan ibu (orangtua), pendapatan keluarga, dan media sosialisasi (Aswatini et al., 2008).
Kekurangan konsumsi sayur dan buah pada anak dapat menimbulkan berbagai penyakit dikemudian hari. Rendahnya konsumsi sayur dan buah ini berkaitan dengan meningkatnya risiko terjadinya penyakit-penyakit kronik seperti penyakit jantung dan diabetes.
Anak yang mengkonsumsi sayur dan buah dalam jumlah tinggi pada masa kanak-kanaknya memiliki kesehatan yang lebih baik, dan risiko terkena penyakit kronik yang berkaitan dengan diet menjadi berkurang. Konstipasi juga akan menjadi penyakit yang berisiko dialami bila anak kurang mengkonsumsi sayur dan buah. Menurut Horne (2010), kurang mengkonsumsi sayur dan buah juga erat kaitannya dengan obesitas.
Horne juga menambahkan bahwa dengan rajin mengkonsumsi buah setiap kali waktu makan maka akan menghindari terjadinya kenaikan berat badan.
Asupan makanan yang bergizi seimbang begitu penting untuk menjamin tumbuh kembang anak yang sehat dan aktif, serta berperan penting dalam perkembangan mental dan fisik pada anak. Sayur dan buah merupakan salah satu sumber asupan makanan yang penting dalam pemenuhan gizi seimbang. Peran dan dukungan orang terdekat mempengaruhi kebiasaan makan anak.
Apabila kebiasaan makan baik, dengan menerapkan makanan sehat dan bergizi seimbang sejak dini, maka kebiasaan tersebut akan berpengaruh hingga tumbuh dewasa nanti. Begitu pula dengan mengkonsumsi sayur dan buah, perlu dibiasakan sejak dini agar menjadi suatu kebiasaan baik hingga dewasa.
Cara Menumbuhkan Kebiasaan Makan Buah pada Anak :
1) Ajak anak memilih buah di pasar atau supermarket, serta bantu menyiapkan buah sebagai camilan sehat. Ini meningkatkan rasa kepemilikan dan keinginan mencoba.
2) Potong buah dalam bentuk lucu atau jadikan salad warna-warni agar lebih menggugah selera anak.
3) Sajikan buah sebagai bagian dari sarapan, camilan pagi, atau penutup makan siang.
4) Konsistensi penting dalam membentuk kebiasaan.
Anak belajar dari apa yang dilihat. Orang tua dan pengasuh yang rajin makan buah akan menjadi panutan efektif. *