BHS meninjau posko terpadu kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Terminal Gapura Surya Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya

SURABAYA | duta.co — Upaya pencarian korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 terus menjadi perhatian. Posko terpadu dan pelayanan informasi bagi keluarga korban disiagakan selama 24 jam di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Anggota DPR RI sekaligus Kapoksi Komisi VII Fraksi Partai Gerindra, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono (BHS), turut mendatangi posko tersebut untuk melihat secara langsung perkembangan penanganan kecelakaan sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga korban yang masih menunggu kepastian keberadaan anggota keluarganya.

Dalam kunjungannya, BHS menyoroti sejumlah aspek yang perlu menjadi bagian dari penyelidikan, mulai dari kapasitas kapal, muatan, kondisi kapal, hingga kompetensi sumber daya manusia yang bertugas di atas kapal.

Menurut BHS, dari sisi jumlah penumpang, KM Virgo Transport 8 masih berada jauh di bawah batas kapasitas yang tersedia.
“Kapasitasnya seribu lebih 570, dia membawa sekitar 243. Jadi ini semuanya dari sisi ini sertifikasi juga semuanya kondisi baik. Sertifikat kan baru ini, baru beroperasi dan sebagainya,” ujar BHS.Senin,(14/9/2026).

BHS menegaskan, persoalan tonase atau berat muatan kapal merupakan bagian yang perlu dikaji lebih mendalam oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
“Tonase atau berat yang diangkut, diangkut. Nah ini, ini saya serahkan kepada KNKT. Berapa berat yang diangkut oleh kapal ini. Jadi apakah masih mempunyai daya muat dan sebagainya,” katanya.

Ia menambahkan, dari sisi jumlah penumpang, kapal tersebut disebut masih memenuhi ketentuan kapasitas. Namun, menurutnya, pemeriksaan tidak cukup hanya melihat jumlah orang yang berada di dalam kapal.

BHS juga menyinggung aspek sumber daya manusia yang bekerja di atas kapal. Ia menyebut nakhoda dan kru kapal harus memenuhi standar sertifikasi yang ditetapkan pemerintah.
“Jadi semua nakoda, ini-ini sampai kru yang dibawa, sertifikasinya dari pemerintah. Jadi bukan dari mereka masing-masing,” ungkapnya.

Menurut BHS, proses untuk memperoleh sertifikasi sebagai nakhoda maupun tenaga pelaut membutuhkan pendidikan dan tahapan yang tidak sederhana.“Dan ini untuk mendapatkan sertifikat sebagai nakoda dan sebagainya itu susah banget di perhubungan laut ini. Jadi butuh sekolah berkali-kali, kalau nakoda itu mungkin bisa berapa kali itu? Lima tingkatan, lima kali, ya harus sekolah dan sebagainya,” jelasnya.

Karena itu, BHS menilai kompetensi awak kapal semestinya menjadi salah satu faktor penting dalam menjamin keselamatan pelayaran.
“Jadi dari sisi sumber daya manusia seharusnya itu harus sudah paham semua karena sudah didikan daripada Kementerian Perhubungan,” katanya.

Selain kondisi kapal dan kompetensi awak, BHS menyoroti penempatan muatan, khususnya kendaraan atau truk yang memiliki bobot berat. Menurut dia, distribusi muatan di dalam kapal dapat berpengaruh terhadap stabilitas kapal ketika menghadapi gelombang.
“Karena muatan yang berat, penempatan yang tepat itu tidak ada masalah. Tapi kalau muatan itu berat, penempatannya kurang tepat, itu juga bisa terjadi yang namanya instability,” ujar BHS.

Ia menjelaskan, stabilitas kapal berkaitan dengan kemampuan kapal untuk kembali ke posisi aman setelah mengalami gangguan akibat gelombang.
“Unstability itu stabilitas negatif. Stabilitas negatif itu kalau misalnya terjadi ombak yang besar dia tidak ada momen pengembalian, belum sampai momen pengembalian sudah kena ombak lagi,” jelasnya.

Sebaliknya, apabila stabilitas kapal dalam kondisi baik, kapal memiliki momen pengembalian yang lebih cepat ketika mengalami gangguan akibat gelombang.“Kalau stabilitasnya bagus, maksudnya masih tidak terlalu berat di atas, itu momen pengembaliannya akan cepat,” lanjutnya.

BHS menegaskan seluruh aspek teknis terkait kecelakaan tersebut harus diserahkan kepada pihak yang memiliki kewenangan melakukan investigasi.“Dan sebelum ada gelombang dari sisi lagi, ini yang perlu diselidiki, yang perlu dicek. Ya, oleh KNKT. Jadi ini saya pikir itu semua domain, bukan domain saya, tapi domain KNKT,” tegasnya.

Sementara itu, suasana haru masih terlihat di posko. Sejumlah keluarga korban terus menunggu informasi mengenai perkembangan pencarian anggota keluarga mereka.

BHS Beri Dukungan kepada Istri Korban KM Virgo Transport 8

Salah satunya Ibu Umi, keluarga korban yang datang dari Kudus. Ia mengaku kedatangannya ke Surabaya untuk memperoleh informasi mengenai keberadaan suaminya, Pak Yusup, dan adiknya, Mas Adam.“Suami dan saya istrinya. Tapi di daftar manifest penumpang ada, tapi di daftar pencarian suami saya sama adik saya nggak ada, belum ada. Belum ditemukan sampai sekarang,” ujar Umi.

Umi mengatakan dirinya masih menunggu perkembangan informasi dari tim yang melakukan pencarian.“Saya ini masih nunggu info kan dari Benjer,” katanya.

Ia mengaku langsung melakukan perjalanan dari Kudus menuju Surabaya setelah memperoleh kabar mengenai kecelakaan tersebut.“Saya tinggal di Kudus. Tadi malam perjalanan ke sini, cari info kan, belum ada info,” ungkapnya.

Menurut Umi, suaminya dan adiknya merupakan sopir dan kernet. Keduanya diketahui melakukan perjalanan menggunakan kapal tersebut.
“Pak Yusup, sama adiknya Mas Adam. Iya kakak adik. Sopir sama kernet,” jelasnya.

Komunikasi terakhir dengan suaminya berlangsung pada Sabtu pagi. Saat itu, Umi masih sempat berkomunikasi dan melakukan video call.
“Saya kontak terakhir sama suami saya Sabtu pagi. Itu masih bisa komunikasi, dan video call kan biasa ngabari kalau udah naik kapal gitu,” tuturnya.

Di tengah proses pencarian yang masih berlangsung, Umi berharap segera mendapatkan informasi mengenai keberadaan suami dan adiknya. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk kedatangan BHS ke posko, menurutnya menjadi penguat bagi keluarga yang masih menunggu kepastian.

Sementara proses investigasi kecelakaan terus berjalan, keberadaan posko terpadu selama 24 jam di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara menjadi pusat informasi bagi keluarga korban terkait perkembangan penanganan dan pencarian.(gal)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry