
SURABAYA | duta.co – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Surabaya mendapat perhatian langsung dari Anggota Komisi VII DPR RI sekaligus Kapoksi Komisi VII Fraksi Partai Gerindra, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono (BHS).
BHS meninjau progres pembangunan rumah warga penerima bantuan di Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya. Peninjauan dilakukan untuk memastikan program bedah rumah pemerintah berjalan sesuai sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Menurut BHS, program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak.“Ya, ini saya ada di Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep.untuk melihat langsung program daripada pemerintah yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto, di mana program ini adalah program bedah rumah atau yang dinamakan BSPS,” ujar BHS Sabtu,(12/9/2026).

Ia menyebut, secara nasional program BSPS mencapai sekitar 450 ribu unit rumah. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan pelaksanaan pada pemerintahan sebelumnya yang disebut hanya sekitar 40 ribu unit.
“Ini kesempatan sebetulnya untuk masyarakat bisa mendapatkan ini. Sehingga masyarakat yang memang rumahnya belum layak istilahnya itu, bisa dilakukan dalam rumah,” katanya.
Untuk Kota Surabaya, BHS menyebut terdapat sekitar 1.200 kepala keluarga (KK) yang menjadi calon penerima program bedah rumah. Ia menilai pelaksanaan di lapangan perlu terus dikawal agar bantuan benar-benar sampai kepada penerima yang berhak.“Jadi ini yang saya lihat cukup bagus dalam pelaksanaannya yang dikawal oleh dari Kementerian PU dan Pak Lurah sendiri, sehingga tidak ada anggaran yang tercecer. Jadi semuanya masuk dan Insyaallah, atau kita sangat mengharapkan bisa bermanfaat untuk warga yang mendapatkan,” tuturnya.
BHS juga menekankan pentingnya proses seleksi penerima bantuan dilakukan secara cermat sejak tingkat RT, RW hingga kelurahan.
Ia mengingatkan, penerima program harus benar-benar berasal dari masyarakat yang membutuhkan, sehingga tidak terjadi kesalahan sasaran dalam pemberian bantuan.“Harapannya program ini bisa betul-betul dimanfaatkan oleh masyarakat. Harapannya adalah dari ketua RT, Pak RW sampai ke tingkat kelurahan itu bisa menyeleksi memang masyarakat yang betul-betul membutuhkan. Jangan sampai keliru di dalam menentukan itu,” tegasnya.
BHS juga meminta agar perbaikan rumah tidak membuat penerima bantuan kehilangan akses terhadap program bantuan sosial lainnya. Menurutnya, kondisi rumah yang menjadi lebih layak tidak serta-merta mengubah kondisi ekonomi keluarga penerima.“Dan nanti kalau sudah mereka itu rumahnya dibedah, jangan terus yang biasanya mereka dapat bantuan sosial terus hilang. Gak bisa. Itu kan hanya rumahnya saja yang berubah, tapi pendapatan secara ekonominya mereka kan tetap saja, masih belum mampu,” jelas BHS.
Karena itu, ia mendorong pemerintah di tingkat bawah ikut mengawal kondisi sosial dan ekonomi warga penerima bantuan.“Ini yang harus betul-betul istilahnya Pak RT, RW maupun Bapak Lurah ini betul-betul paham. Dan ini bisa mengantarkan mereka-mereka yang membutuhkan itu untuk bisa dicukupkan oleh masyarakat dari sisi ekonomi,” tambahnya.
Lurah Lontar, Iwan Akhmadi, SE, menyampaikan apresiasi atas program pemerintah tersebut. Ia menilai bantuan BSPS akan memberikan manfaat langsung bagi warga yang rumahnya membutuhkan perbaikan.“Pak Bambang melalui program dari Pak Presiden ini untuk warga saya. Saya sampaikan terima kasih dan ini pasti bermanfaat untuk warga saya,” ujar Iwan.
Ia menjelaskan, terdapat dua lokasi rumah warga Kelurahan Lontar yang masuk dalam program tersebut. Usulan penerima sebelumnya berjumlah sekitar tujuh warga, namun setelah melalui proses verifikasi, dua warga dinyatakan masuk sebagai penerima bantuan.
Menurut Iwan, penerima diprioritaskan berdasarkan kondisi ekonomi. Mereka termasuk dalam kelompok desil yang lebih rendah dengan penghasilan di bawah upah minimum kabupaten/kota (UMK).“Karena mereka kan masuk ke desil yang lebih kecil, jadi penghasilannya juga di bawah UMK. Jadi kami dari pihak kelurahan mengusulkan mereka untuk mendapatkan bedah rumah,” jelasnya.
Salah seorang penerima bantuan, Nuryadi, mengaku bersyukur rumahnya mendapat bantuan renovasi. Kondisi rumahnya sebelumnya mengalami kerusakan pada bagian atap akibat usia bangunan dan serangan rayap.“Atap rumah saya hancur dan dimakan rayap,” ungkap Nuryadi.
Ia mengatakan selama ini bekerja sebagai pekerja bangunan. Karena memiliki kemampuan di bidang tersebut, pengerjaan renovasi rumah juga dibantu dan dikerjakannya sendiri.“Saya berterima kasih atas bantuan pemerintah. Kerja saya bangunan dan rumah ini saya kerjakan sendiri,” katanya.
Nuryadi menambahkan, rumahnya telah beberapa kali mendapatkan pemeriksaan dan survei sebelum akhirnya ditetapkan sebagai penerima bantuan.“Ini sudah disurvei berkali-kali. Saya sampaikan kepada pemerintah terima kasih atas bantuan ini untuk renovasi rumah,” ujarnya.
Program BSPS tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah melalui hunian yang lebih aman dan layak.(gal)






































