Anggota MPR RI Bambang Haryo Soekartono memberikan materi Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Surabaya bersama Prof. Darsono dan Cahyo Harjo Prakoso untuk memperkuat nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika di tengah tantangan era digital.

SURABAYA l duta.co – Anggota MPR RI periode 2024–2029 sekaligus Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Dapil Jawa Timur I (Surabaya), Bambang Haryo Soekartono, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika kepada tokoh masyarakat di Kota Surabaya.

Dalam kegiatan tersebut, Bambang Haryo Soekartono (BHS) menegaskan bahwa sosialisasi Empat Pilar merupakan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 yang wajib dilaksanakan oleh setiap anggota MPR RI sebagai upaya memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Ini adalah tugas konstitusional kami sebagai anggota MPR RI. Harapannya seluruh peserta memahami nilai-nilai Empat Pilar dan dapat menyebarkannya kembali kepada masyarakat di lingkungan masing-masing,” ujar BHS Kamis,(7/8/2026).

BHS juga menghadirkan akademisi Prof. Darsono serta Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, sebagai narasumber untuk memberikan penguatan materi mengenai pentingnya menjaga ideologi bangsa di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital.

Prof. Darsono mengapresiasi konsistensi BHS dalam menyosialisasikan Empat Pilar MPR RI. Menurutnya, di era digital saat ini masyarakat menghadapi tantangan berupa masuknya berbagai paham yang tidak sejalan dengan Pancasila sehingga diperlukan penguatan ideologi kebangsaan.”Nilai-nilai Pancasila harus terus diperkuat, terutama kepada generasi muda dan para pemangku kepentingan di tingkat RT, RW hingga tokoh masyarakat agar mampu menjadi benteng menghadapi pengaruh ideologi yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, menilai penguatan nilai-nilai Pancasila menjadi semakin penting di tengah disrupsi informasi yang begitu cepat. Menurutnya, generasi muda harus memiliki kemampuan menyaring informasi dengan berlandaskan semangat persatuan, gotong royong, dan nilai-nilai kebangsaan.

Ia mengajak seluruh peserta agar tidak hanya memahami materi sosialisasi, tetapi juga mengimplementasikan dan menyebarluaskan nilai-nilai Empat Pilar kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Kita tidak hanya menuntut apa yang diberikan negara kepada kita, tetapi juga harus memberikan kontribusi kepada negara melalui penerapan nilai-nilai Empat Pilar dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat gotong royong, optimisme menuju Indonesia Emas dapat terwujud,” pungkas Cahyo.(gal)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry