
SURABAYA | duta.co – Anggota DPR RI sekaligus Kapoksi Komisi VII Fraksi Partai Gerindra, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono (BHS), menyindir distribusi dan kualitas MinyaKita saat melakukan sidak di Pasar Surya Asemrowo, Surabaya. Menurutnya, minyak goreng subsidi justru sulit ditemukan dengan harga eceran yang sesuai, bahkan kualitasnya dikeluhkan masyarakat.
Dalam inspeksi tersebut, BHS mendapati harga sejumlah kebutuhan pokok masih relatif stabil. Harga telur dijual sekitar Rp23.000 per kilogram, sementara ayam potong berkisar Rp35.000 hingga Rp37.000 per kilogram. Harga beras juga masih berada di kisaran Rp14.500 hingga Rp15.000 per kilogram.
Namun, BHS menyoroti harga MinyaKita yang dijual jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“MinyaKita ini sulit didapat. Kalaupun ada, harganya Rp21.000 sampai Rp22.000 per liter, padahal harga yang seharusnya Rp15.700. Ini tugas Badan Pangan Nasional dan Satgas Pangan untuk memastikan distribusi berjalan dan dijual sesuai ketentuan,” tegas BHS Senin,(3/8/2026).
Menurutnya, MinyaKita merupakan minyak goreng bersubsidi yang dibiayai oleh uang rakyat sehingga harus dipertanggungjawabkan, baik dari sisi ketersediaan, harga maupun kualitas.

BHS juga mengaku menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait mutu MinyaKita yang dinilai kalah dibandingkan minyak goreng komersial.
“Pedagang mengeluhkan MinyaKita baru dipakai sekali menggoreng sudah harus diganti. Sementara minyak merek lain bisa dipakai empat sampai lima kali. Ini tidak boleh terjadi. Minyak subsidi harus menjadi stabilisator pasar, bukan malah kualitasnya di bawah minyak non-subsidi,” ujarnya.
Selain persoalan bahan pokok, BHS menemukan kondisi infrastruktur Pasar Asemrowo yang memprihatinkan. Ia melihat lantai pasar rusak, kebersihan kurang terjaga, serta alat pemadam api ringan (APAR) yang masa berlakunya telah habis sejak 2018.
Sebagai bentuk kepedulian, BHS berjanji memperbaiki fasilitas toilet umum (WC Ponten) menggunakan dana pribadi. Ia juga mengganti sementara tiga tabung APAR agar pasar memiliki perlengkapan darurat untuk mengantisipasi kebakaran.
“Pasar adalah pusat ekonomi masyarakat. Pedagang dan pembeli harus mendapatkan rasa aman dan nyaman. Karena itu infrastrukturnya harus segera dibenahi,” katanya.
Kehadiran BHS disambut antusias para pedagang. Mariam (60), pedagang ayam potong di Pasar Asemrowo, mengaku bersyukur atas kunjungan tersebut.
“Saya baru tahu ada anggota DPR RI yang benar-benar datang menemui masyarakat kecil. Dagangan saya tadi diborong Pak BHS lalu dibagikan kepada pengunjung pasar. Semoga pasar ini semakin maju. Terima kasih Pak BHS, orang baik,” tutur Mariam.(gal)




































