Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono memberikan pemahaman kepada pengelola dapur MBG tentang pentingnya menjaga kebersihan dapur dan meningkatkan kualitas rasa makanan demi kenyamanan serta pemenuhan gizi siswa.

SURABAYA | duta.co – Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Siwalankerto Surabaya meningkatkan standar kebersihan dapur serta kualitas cita rasa makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), agar makanan yang disajikan benar-benar layak, higienis, dan diminati para siswa.

Saat meninjau langsung operasional SPPG Siwalankerto, Bambang Haryo menyebut dapur tersebut saat ini memproduksi sekitar 3.000 porsi makanan bergizi setiap hari untuk siswa sekolah.

“Perlu ada perbaikan dari sisi kebersihan. Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sudah cukup bagus walaupun masih bisa ditingkatkan lagi. Kemudian proses produksinya juga perlu dimaksimalkan,” kata Bambang Haryo di Surabaya, Kamis (7/5/2026).

Ia menilai kondisi dapur yang masih terlalu panas berpotensi memengaruhi kenyamanan dan efektivitas kerja petugas saat proses pengolahan makanan berlangsung.

Menurut dia, kualitas rasa makanan juga menjadi perhatian penting agar makanan yang disajikan benar-benar dikonsumsi habis oleh para siswa.

“Siswa tentu menginginkan rasa yang enak dan jumlah yang cukup. Kita harapkan produk MBG ini dimakan habis sehingga tidak ada sisa,” ujarnya.

Politikus yang akrab disapa BHS itu menjelaskan setiap porsi makanan telah dihitung kandungan gizinya secara tepat. Karena itu, apabila makanan tidak dihabiskan, maka kebutuhan gizi siswa dikhawatirkan tidak terpenuhi secara optimal.

Selain menyoroti kualitas layanan, BHS juga menanggapi informasi mengenai adanya dapur MBG yang disebut berhenti beroperasi sementara akibat persoalan pendanaan.

Ia mengaku belum menerima laporan resmi terkait hal tersebut, namun meminta agar tidak terjadi keterlambatan pembayaran yang dapat mengganggu operasional dapur MBG.

“Permasalahan utama SPPG tentu masalah modal. Jangan sampai ada hambatan finansial karena itu bisa memengaruhi operasional dan kualitas penyajian makanan kepada siswa,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Siwalankerto Yusuf mengatakan pihaknya terus melakukan pembenahan, terutama dalam penerapan standar operasional prosedur (SOP) kebersihan dan sanitasi lingkungan.

Menurut Yusuf, pengawasan dilakukan setiap hari melalui sistem jadwal piket bagi staf maupun relawan guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan.

Ia menambahkan pihaknya juga terus mengevaluasi kualitas rasa makanan dengan mengedepankan menu berbasis kearifan lokal agar lebih diterima siswa. BHS berharap peningkatan kebersihan dapur dan kualitas rasa makanan dapat menjadi perhatian utama, sehingga program MBG benar-benar memberikan manfaat gizi maksimal sekaligus membuat siswa nyaman menikmati makanan yang disediakan.(gal)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry