
SURABAYA | duta.co – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) menegaskan komitmennya mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) saat reses bersama warga Asemrowo Sentral, Surabaya, Rabu (29/7/2026).
Di hadapan warga, BHS menekankan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib menjalankan standar penyediaan makanan bergizi sesuai ketentuan. Ia mengingatkan tidak akan mentoleransi dapur MBG yang mengabaikan kualitas bahan maupun proses pengolahan. “Program MBG harus benar-benar memberikan makanan yang sehat dan bergizi kepada masyarakat. Bahan bakunya harus berkualitas, mulai dari air mineral, beras premium, lauk yang segar hingga proses memasaknya harus sesuai standar. Kalau ada SPPG yang tidak menjalankan aturan, saya akan mengawalnya dan memastikan segera dilakukan perbaikan,” tegas BHS Rabu,(29/7/2026).
Menurutnya, kualitas makanan menjadi faktor utama agar program MBG mampu mencetak generasi yang sehat dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
BHS mengaku telah beberapa kali melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah SPPG di Surabaya dan Sidoarjo untuk memastikan menu yang disajikan memenuhi standar gizi.
“Saya beberapa kali turun langsung melakukan sidak ke dapur MBG. Tujuannya agar masyarakat mendapatkan makanan yang benar-benar layak dan bergizi. Pengawasan ini akan terus kami lakukan,” ujarnya.
Selain menyasar siswa sekolah, BHS menjelaskan program MBG di Asemrowo juga diberikan kepada kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
Pada kesempatan yang sama, BHS turut menyosialisasikan program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Ia mengajak pengemudi ojek online, sopir bemo, petani, nelayan, hingga pelaku usaha lainnya memanfaatkan fasilitas pembiayaan berbunga rendah tanpa agunan untuk mengembangkan usaha.
“KUR bukan hanya diperuntukkan bagi pelaku UMKM. Pengemudi ojek online, sopir, petani, nelayan, dan profesi produktif lainnya juga memiliki kesempatan mengakses pembiayaan ini. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang bisa mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraannya,” kata BHS.
Ia berharap pelaksanaan MBG dan penyaluran KUR dapat berjalan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat serta mampu memperkuat perekonomian daerah.(gal)




































