Anggota DPR RI sekaligus Kapoksi Komisi VII Fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS), berdialog dengan pedagang ayam di Pasar Wonokromo, Surabaya. BHS menyoroti selisih harga ayam dari tingkat peternak sekitar Rp19.000 hingga pedagang, serta mendorong evaluasi rantai distribusi agar harga di tingkat konsumen dapat ditekan menjadi sekitar Rp30.000.

SURABAYA | duta.co – Anggota DPR RI sekaligus Kapoksi Komisi VII Fraksi Partai Gerindra, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono (BHS), memberikan bantuan enam unit kamera pengawas atau CCTV dan alat pemadam api ringan (APAR) untuk mendukung keamanan dan keselamatan di Pasar Wonokromo, Surabaya.

Bantuan tersebut diberikan setelah BHS melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk melihat kondisi pasar, perkembangan harga kebutuhan pokok, serta kelayakan fasilitas pendukung bagi pedagang dan pengunjung.

Dalam sidak tersebut, BHS menemukan sejumlah fasilitas keselamatan yang perlu mendapat perhatian. Ia menyoroti kondisi APAR yang masa berlakunya telah berakhir pada 2016 serta sejumlah CCTV yang dilaporkan tidak berfungsi.
“Yang paling utama adalah alat keselamatan, alat pemadam. Yang kedaluwarsa 2016 ini perlu penanganan. Banyak pasar mengalami kebakaran. Kalau kebakaran, yang rugi masyarakat, pedagang, dan pengelola pasar,” ujar BHS Rabu,(28/10/2026).

Sebagai langkah awal, BHS menyiapkan tiga unit APAR yang telah terisi dan membantu pengisian tiga unit lainnya. Selain itu, ia memberikan enam unit CCTV kepada pengelola Pasar Wonokromo untuk dipasang pada titik-titik yang dinilai aman dan strategis.

BHS meminta agar seluruh CCTV tersebut segera dipasang dan berfungsi dengan baik dalam waktu paling lama satu minggu setelah bantuan diserahkan.
“Saya menyiapkan enam unit CCTV untuk kepala pasar. Silakan ditempatkan di mana yang aman dan bisa berfungsi. Tidak boleh lebih dari seminggu ke depan semuanya harus terpasang dengan baik,” tegasnya.

Menurut BHS, keamanan dan keselamatan pasar merupakan hal mendasar yang tidak boleh diabaikan. Pasar bukan hanya tempat transaksi jual beli, melainkan juga pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang harus memberikan rasa aman bagi pedagang maupun pengunjung.

Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan pengawasan dan mengantisipasi risiko kebakaran maupun gangguan keamanan di lingkungan pasar.

Selain memeriksa fasilitas pasar, BHS juga mencermati perkembangan jumlah pengunjung dan harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok. Ia menyebut jumlah pengunjung yang sebelumnya sekitar 1.800 orang meningkat menjadi 1.900 orang.

Menurutnya, peningkatan tersebut menjadi salah satu indikator aktivitas ekonomi di pasar yang menunjukkan perkembangan positif. Ia juga mengaku mendapat informasi dari sejumlah pedagang mengenai kenaikan aktivitas penjualan sekitar 15–20 persen.
“Dulu waktu saya ke sini, pengunjung sekitar 1.800, sekarang sudah naik menjadi 1.900. Beberapa pedagang yang saya tanya juga menyampaikan ada peningkatan kurang lebih antara 15–20 persen. Ini menjadi indikasi adanya peningkatan aktivitas ekonomi,” ungkapnya.

Dalam pemantauannya, BHS menyebut harga telur masih berada di kisaran Rp24.000. Sementara itu, harga ayam yang ditemuinya bervariasi, yakni Rp33.000 hingga Rp35.000 per kilogram.

Meski menilai harga sejumlah komoditas relatif stabil, BHS menyoroti selisih harga ayam dari tingkat peternak hingga pedagang. Ia menyebut harga ayam di tingkat peternak sekitar Rp19.000 dan meminta agar rantai distribusinya dievaluasi sehingga harga di tingkat konsumen dapat ditekan hingga sekitar Rp30.000.
“Kalau harga dari peternak Rp19.000, berarti perlu dilihat distribusi ayam dari peternak menuju pedagang. Kenapa harganya bisa naik cukup tinggi? Ini harus dievaluasi agar harga ayam bisa ditekan sampai Rp30.000,” katanya.

Untuk komoditas cabai, BHS menemukan harga bervariasi antara Rp30.000, Rp35.000, hingga Rp40.000. Sementara harga bawang merah berada di kisaran Rp25.000–Rp30.000.

Ia menilai kondisi harga yang ditemuinya lebih terkendali dibandingkan periode sebelumnya, ketika harga cabai sempat mencapai Rp100.000. BHS juga menanggapi anggapan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.

Menurutnya, kondisi harga yang dipantaunya di Pasar Wonokromo menunjukkan bahwa peningkatan pelaksanaan MBG tidak serta-merta diikuti kenaikan harga komoditas di pasar tersebut.
“Sekarang MBG semakin banyak, tetapi ketika saya tanya pedagang, harga masih murah. Ini menunjukkan bahwa program MBG tidak serta-merta membuat harga kebutuhan pokok naik,” ujarnya.

BHS turut menyoroti perkembangan harga minyak goreng rakyat merek MinyaKita. Ia menjelaskan bahwa sekitar sepuluh hari sebelumnya harga produk tersebut masih berada di angka Rp21.000.

Setelah dirinya menyampaikan perhatian kepada Satgas Pangan, menurut BHS, dilakukan langkah penanganan bersama Bulog. Ia menyebut harga MinyaKita kemudian turun menjadi Rp15.700 dan bertahan selama lebih dari 15 hari.
“Sepuluh hari yang lalu harga MinyaKita masih Rp21.000. Setelah itu, Satgas Pangan bersama Bulog melakukan langkah penanganan. Sampai sekarang, harganya sudah Rp15.700 dan bertahan lebih dari 15 hari,” jelasnya.

BHS menilai pengawasan distribusi dan koordinasi antarlembaga perlu terus dilakukan untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Pasar Wonokromo, Agus Setiawan, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan BHS. Ia menyebut pengelola pasar akan memperhatikan sejumlah fasilitas yang masih membutuhkan pembenahan.
“Atas nama pengelola Pasar Wonokromo, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bambang yang telah hadir, mengunjungi pasar dan pedagang kami. Alhamdulillah, harga-harga sudah sesuai dengan HET dan memang ada kenaikan aktivitas,” kata Agus.

Ia juga mengakui masih terdapat sejumlah fasilitas pasar yang perlu dibenahi. Bantuan APAR dan CCTV dinilai membantu pengelola dalam meningkatkan keamanan serta mendukung keselamatan di lingkungan pasar.
“Kami selaku Kepala Pasar mengucapkan terima kasih banyak kepada Pak BHS atas bantuan APAR dan CCTV yang diberikan. Ini membantu kami dalam upaya membenahi fasilitas Pasar Wonokromo,” ujarnya.

Bantuan tersebut diharapkan dapat segera dimanfaatkan untuk memperkuat sistem pengawasan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran. Dengan pembenahan fasilitas serta pengawasan yang berkelanjutan, Pasar Wonokromo diharapkan menjadi tempat berbelanja yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat. (gal)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry