
SURABAYA | duta.co – Penguatan ekonomi kreatif menjadi salah satu perhatian DPR RI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Melalui kolaborasi Kementerian Ekonomi Kreatif, Komisi VII DPR RI, Pemerintah Kota Surabaya, dan Bank Mandiri, pelaku usaha ekonomi kreatif mendapatkan literasi bisnis sekaligus pengenalan akses pembiayaan untuk mengembangkan usahanya.
Kegiatan bertajuk Literasi Bisnis bagi Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif dalam Rangka Aktivasi Desa Kreatif tersebut digelar Direktorat Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi, Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI.
Anggota DPR RI sekaligus Kapoksi Komisi VII Fraksi Partai Gerindra, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono (BHS), menegaskan pentingnya dukungan pemerintah terhadap pelaku ekonomi kreatif, khususnya pengusaha pemula agar mampu berkembang dan naik kelas.

Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi Kementerian Ekonomi Kreatif, Dr. Anggara Hayun Anujuprana, S.T., MT, menjelaskan, kegiatan literasi bisnis ini bertujuan menyiapkan pelaku ekonomi kreatif ketika berhadapan dengan lembaga keuangan.
Menurutnya, Bank Mandiri telah memberikan penjelasan mengenai berbagai produk keuangan yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha, salah satunya Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Bank Mandiri berkolaborasi dengan DPR RI, Komisi VII, dan Kota Surabaya mengadakan literasi bisnis untuk menyiapkan para pelaku ekonomi kreatif apabila dipertemukan dengan lembaga keuangan. Tadi dari Bank Mandiri sudah menyampaikan kaitan dengan produk-produk keuangan yang bisa dimanfaatkan oleh para pelaku ekonomi kreatif,” ujarnya.
Anggara menyebut, sejumlah peserta menunjukkan ketertarikan untuk mendapatkan fasilitas KUR. Ia berharap proses fasilitasi dapat berjalan baik sehingga para pelaku usaha memperoleh akses pembiayaan untuk mengembangkan bisnisnya.
Bambang Haryo Soekartono mengapresiasi Kementerian Ekonomi Kreatif yang telah merealisasikan kegiatan bimbingan teknis dan literasi bisnis bagi pelaku usaha.
Menurut BHS, kegiatan tersebut sangat penting untuk membantu pengusaha pemula mendapatkan pendanaan sekaligus memperkuat kapasitas bisnis.
“Pertama, apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Ekonomi Kreatif yang sudah merealisasikan untuk mengadakan bimtek literasi bisnis, di mana ini untuk bisa mendapatkan pendanaan bagi usaha-usaha pemula terutama,” tutur BHS Sabtu,(7/11/2026).
Ia juga mengapresiasi kehadiran perwakilan Bank Mandiri yang memberikan penjelasan mengenai peluang permodalan bagi pelaku ekonomi kreatif.
BHS berharap pengusaha-pengusaha baru di sektor ekonomi kreatif dapat tumbuh, berkembang, bahkan naik kelas. Dengan demikian, kontribusi sektor tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Surabaya maupun nasional semakin besar.
Politisi Partai Gerindra itu menjelaskan, pemerintah menyediakan fasilitas KUR dengan bunga sekitar 6 persen per tahun. Bahkan, pinjaman hingga Rp100 juta dapat diakses tanpa agunan sesuai ketentuan program.
“Ini bisa menjadi satu daya tarik bagi calon-calon pengusaha untuk mendapatkan pendanaan dan menyalurkan kreativitas daripada produk-produk mereka, sehingga bisa menghasilkan kemajuan ekonomi kreatif yang ada di Kota Surabaya dan tentu juga menumbuhkan ekonomi Surabaya,” katanya.
BHS menilai akses KUR bagi pelaku usaha saat ini relatif semakin mudah. Persyaratan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, antara lain keterangan usaha dari kelurahan, dinilai dapat membantu pelaku usaha mengakses pembiayaan tanpa harus terbebani proses administrasi yang rumit.
Namun, menurutnya, persoalan utama yang masih dihadapi pelaku ekonomi kreatif bukan semata-mata akses permodalan, melainkan pendampingan berkelanjutan dari pemerintah.
Karena itu, BHS meminta agar anggaran Kementerian Ekonomi Kreatif tidak dikurangi. Sebab, kementerian memiliki peran penting dalam mendampingi pelaku usaha mulai dari sertifikasi, perizinan, manajemen, hingga strategi pemasaran.
“Ini makanya anggaran daripada Kementerian Ekonomi Kreatif tolong jangan dikurangi. Karena beliau ini yang mendampingi mereka-mereka, mulai dari sertifikasi, perizinan, manajemen dan sebagainya, cara untuk menggerakkan usahanya dan lain-lain,” tegasnya.
Ia menambahkan, pendampingan juga harus mencakup penguatan pemasaran digital dan peningkatan kualitas kemasan produk.
Menurut BHS, pelaku usaha perlu memahami tahapan pengembangan produk, mulai dari kemasan, packaging, hingga pemasaran. Pendampingan tersebut diharapkan dilakukan secara terpadu oleh kementerian maupun dinas terkait.“Jangan diremehkan ekonomi kreatif ini karena memberikan dampak ekonomi yang luar biasa,” ujarnya.
BHS menyebut kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB nasional sekitar 6 persen. Sementara di Surabaya, menurut angka yang disampaikannya, kontribusi sektor tersebut berada pada kisaran 7,5 hingga 7,8 persen.
Ia menyoroti tiga subsektor yang dinilai berpotensi besar mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, yakni kuliner, fashion, dan kriya.
Regional Micro & Consumer Head PT Bank Mandiri (Persero), Suyadi, menyampaikan komitmen Bank Mandiri sebagai bank Himbara untuk mendukung penyaluran program-program pemerintah, termasuk Kredit Usaha Rakyat.
Suyadi menjelaskan, pendaftaran program Wirausaha Muda Mandiri dibuka pada 15 Oktober hingga 15 November. Program tersebut mencakup lima bidang usaha, di antaranya teknologi informasi (IT), fashion, kuliner, kesehatan, dan sektor lainnya.
“Ini untuk para pengusaha muda mandiri dan kita dipertemukan sama pelaku-pelaku ekonomi kreatif. Kita akan support terus dan membantu menyukseskan program-program, terutama pembiayaan dari program pemerintah, salah satunya KUR,” jelasnya.
Bank Mandiri, lanjut Suyadi, juga menyediakan pendampingan melalui Rumah BUMN sebagai tempat berkumpul dan berkembangnya para pelaku UMKM.“Di situ kita tempat berkumpulnya para UMKM. Itu satu peran kami Mandiri di Jawa Timur,” katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Olahraga serta Pariwisata, Herry Purwadi, S.Sn., menyatakan dukungan terhadap upaya peningkatan kapasitas pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.
Ia menilai kolaborasi DPR RI, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan Bank Mandiri menjadi kesempatan penting bagi pelaku usaha untuk memperoleh pendampingan serta memperkuat kemandirian bisnis.
“Sudah saatnya UMKM naik kelas. Kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan orang-orang hebat yang ada di sebelah saya seperti Cak Bambang dari Komisi VII DPR RI, dari Kementerian Ekonomi Kreatif dan juga dari Bank Mandiri, siapa lagi yang akan mendampingi mereka semua,” ujarnya.
Herry menegaskan, pemerintah harus terus memberikan dukungan dan pendampingan agar UMKM mampu mandiri serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Sudah saatnya kita selalu support, kita selalu dukung, kita selalu memberikan pendampingan supaya mereka pada akhirnya nanti akan bisa mandiri,” katanya.
Ia berharap pertumbuhan UMKM dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia, sekaligus mendukung program Presiden dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Melalui sinergi pemerintah, DPR RI, lembaga keuangan, dan pelaku usaha, pengembangan ekonomi kreatif di Surabaya diharapkan semakin kuat, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional. (gal)








































