Bambang Haryo Soekartono (BHS) saat menjadi narasumber Sosialisasi Strategi Promosi Event Daerah di Era Digital di Surabaya, mengajak pemanfaatan media sosial untuk memperkuat promosi wisata dan kuliner Jawa Timur dengan melibatkan 34 juta pengguna media sosial.

SURABAYA | duta.co – Anggota DPR RI sekaligus Kapoksi Komisi VII Fraksi Partai Gerindra, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono (BHS), M.I.Pol, mendorong promosi event daerah dilakukan secara masif melalui platform digital dengan melibatkan influencer, media, komunitas, dan masyarakat.

Menurutnya, strategi tersebut menjadi kunci untuk meningkatkan kunjungan wisata sekaligus menggerakkan perekonomian daerah melalui sektor pariwisata dan kuliner.

Hal itu disampaikan BHS saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi Strategi Promosi Event Daerah di Era Digital yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata RI di Surabaya, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan tersebut juga menghadirkan Kepala Bidang Promosi dan Kemitraan Pelaksanaan Event Daerah Kemenpar RI Eni Komiarti, S.ST.Par., M.Si, Kepala Bidang Destinasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Radix Mulya, narasumber Chandra Nurhidayat, serta diikuti perwakilan masyarakat Kota Surabaya.

BHS menegaskan, kalender event daerah tidak boleh hanya menjadi dokumen, tetapi harus dipromosikan secara maksimal melalui media sosial agar diketahui masyarakat luas.
“Kalender event harus disosialisasikan secara digital dan online semaksimal mungkin. Libatkan influencer di Jawa Timur maupun Surabaya agar masyarakat mengetahui seluruh agenda wisata yang ada,” ujar BHS.

Menurut BHS, Jawa Timur memiliki kekuatan besar dalam promosi digital karena sekitar 34 juta masyarakatnya aktif menggunakan media sosial. Potensi tersebut harus dimanfaatkan untuk menyebarluaskan informasi berbagai event daerah.
“Kalau 34 juta pengguna media sosial di Jawa Timur ikut membagikan kalender event melalui akun masing-masing, promosi akan semakin luas. Masyarakat Jawa Timur sendiri akan mengenal event di daerahnya, kemudian berkembang ke tingkat nasional hingga mampu menarik wisatawan,” katanya.

BHS mengajak promosi event daerah lewat media digital dengan melibatkan 34 juta pengguna medsos untuk mengangkat wisata dan kuliner Jawa Timur.

Selain promosi digital, BHS juga menekankan pentingnya menjadikan kuliner tradisional sebagai magnet utama dalam setiap penyelenggaraan event. Menurutnya, Indonesia memiliki sekitar 5.000 jenis makanan tradisional yang berpotensi menjadi daya tarik wisata.
“Jawa Timur sendiri memiliki lebih dari 500 makanan tradisional yang bisa diangkat sebagai identitas daerah.Wisata kuliner harus diperkuat karena banyak wisatawan datang ke suatu daerah untuk menikmati makanan khasnya. Ini juga akan membuka peluang lebih besar bagi UMKM lokal,” jelasnya.

BHS berharap pemerintah daerah bersama Kementerian Pariwisata terus memperbanyak festival kuliner agar mampu meningkatkan ekonomi kreatif sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia ke tingkat internasional.

Sementara itu, Kepala Bidang Promosi dan Kemitraan Pelaksanaan Event Daerah Kementerian Pariwisata RI, Eni Komiarti, menyampaikan bahwa Jawa Timur memiliki banyak agenda budaya, namun event yang secara khusus mengangkat kuliner masih perlu diperbanyak.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat 125 Karisma Event Nusantara (KEN), dengan 11 event berasal dari Jawa Timur, menjadikan provinsi tersebut sebagai salah satu daerah dengan jumlah event unggulan terbanyak di Indonesia.
Eni mengajak seluruh unsur pentahelix, mulai pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, media, hingga masyarakat untuk bersama-sama mempromosikan setiap event melalui media digital.

Salah satu festival kuliner yang telah masuk dalam KEN adalah Festival Rujak Uleg Surabaya, yang dinilai memiliki potensi besar memperkuat citra wisata kuliner Jawa Timur.(gal)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry