
SURABAYA | duta.co – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Komisi VII, Bambang Haryo Soekartono, menegaskan pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak bangku sekolah sebagai strategi menghadapi bonus demografi nasional. Hal itu disampaikan saat menyerahkan bantuan program CSR melalui Bank Rakyat Indonesia Branch Office Jemursari Surabaya di SMAN 10 Surabaya, Jumat (24/4/2026).
Bantuan yang disalurkan melalui program BRI Peduli TJSL tersebut berupa pembangunan kanopi di area kolam sekolah serta pengecatan lapangan basket sebagai dukungan peningkatan sarana pendidikan.
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo Kiswanto, Branch Manager BRI Jemursari Oktares Abi Ibrahim, Kepala SMAN 10 Surabaya Teguh Santoso, Camat Wonocolo Muhsin, serta unsur kelurahan setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Bambang Haryo Soekartono (BHS) menekankan bahwa kolaborasi antara lembaga legislatif dan sektor perbankan menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapan generasi muda menghadapi tantangan ekonomi nasional ke depan.
“Kita akan menghadapi bonus demografi dengan jumlah usia produktif lebih dari 70 persen. Persaingan pada 2036 akan sangat berat. Kalau tidak disiapkan mulai sekarang, kita bisa tertinggal,” ujar BHS.
Ia mendorong para siswa agar memanfaatkan masa pendidikan secara maksimal, mengingat dalam satu dekade ke depan mereka akan memasuki dunia kerja profesional yang semakin kompetitif di tingkat global.
Selain penyerahan bantuan sarana pendidikan, BHS juga mengapresiasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai berjalan di SMAN 10 Surabaya. Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat kualitas SDM sejak usia sekolah.
“Dengan MBG ini kita harapkan pemerintah dapat memberikan makanan berkualitas untuk mendukung pertumbuhan generasi muda,” ujarnya.
BHS menambahkan, dukungan terhadap fasilitas olahraga juga penting sebagai bagian dari pembentukan generasi sehat dan produktif menuju visi Indonesia Emas. Dalam kesempatan itu, ia juga menyerahkan bantuan tambahan senilai Rp5 juta serta bantuan budidaya ikan lele untuk mendukung kegiatan sekolah.
“Saya berterima kasih kepada BRI yang telah memberikan bantuan luar biasa serta pihak sekolah yang dapat memanfaatkan bantuan ini dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Branch Manager BRI Jemursari Oktares Abi Ibrahim menegaskan bahwa program tanggung jawab sosial perusahaan tidak hanya berorientasi pada bantuan fisik, tetapi juga penguatan literasi keuangan bagi pelajar.
“Tanggung jawab ini bukan sekadar aksi sosial, tetapi juga edukasi keuangan agar sedini mungkin siswa dapat mengelola finansial,” ujarnya.
Kepala SMAN 10 Surabaya Teguh Santoso menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan. Menurutnya, bantuan tersebut memperkuat fasilitas sekolah sekaligus meningkatkan kenyamanan lingkungan belajar siswa.
“Bantuan sarana dan prasarana ini melengkapi fasilitas sekolah sehingga wajah SMAN 10 Surabaya menjadi lebih baik,” katanya.
Sementara itu, perwakilan Dinas Pendidikan Jawa Timur melalui Kepala Cabang Wilayah Sidoarjo menyebut dukungan dari legislatif dan dunia usaha menjadi penting di tengah kebijakan efisiensi anggaran pendidikan daerah.
“Suasana efisiensi ini memang membuat keterbatasan anggaran. Dukungan dari Pak Bambang dan BRI sangat membantu program inovasi pendidikan di Jawa Timur,” ujarnya.(gal)





































